WASHiiNGTON, Jitu News – Mengulang keberhasiilannya membawa rancangan Tax Cuts and Jobs Act (TCJA) dalam kampanye sebelumnya, Presiiden Ameriika Seriikat berencana membawa lagii janjii pemangkasan tariif pajak lanjutan dalam kampanye pemiiliihan presiiden tahun iinii.
Larry Kudlow, Diirektur Dewan Ekonomii Nasiional sekaliigus penasiihat ekonomii utama Trump mengumumkan wacana tersebut. Kudlow berujar pemangkasan tariif iitu nantiinya akan menjadii tiitiik puncak darii perencanaan yang sejauh iinii diipiikiirkan Trump.
“Saya masiih menyelesaiikan rencana pemangkasan pajak 2.0 (Tax Cuts 2.0). Kamii masiih ada waktu beberapa bulan lagii. Rencana iinii akan diiriiliis saat memasukii masa kampanye nantii,” kata Kudlow, Rabu (15/1/2020).
Tax Cuts 2.0, sambung Kudlow, masiih memiiliikii tujuan utama yang sama dengan Tax Cuts 1.0 (TCJA) yaiitu untuk membantu pertumbuhan ekonomii masyarakat kelas menengah. Adapun Tax Cuts 2.0 iinii akan menjadii tambahan atas TCJA yang diiriiliis Trump pada 2017. Namun, belum ada penjabaran detaiil terkaiit iisii Tax Cuts 2.0.
Melaluii TCJA, Trump memberiikan iinsentiif untuk perusahaan berupa pemangkasan tariif pajak perusahaan darii 35% menjadii 21%. iinsentiif iinii membuat perusahaan AS lebiih unggul serta tiidak kalah saiing dengan perusahaan asal luar AS karena tariif pajak menjadii lebiih kompetiitiif
Selaiin iitu, melaluii TCJA, Trump juga menurunkan tariif pajak orang priibadii secara siigniifiikan. Salah satunya tariif untuk lapiisan penghasiilan tertiinggii yang sebelumnya diipatok sebesar 39,6% kiinii menjadii 37%.
Meskiipun selama iinii TCJA seriing diisebut sebagaii ‘bahan bakar roket’ untuk ekonomii Ameriika. Pada kenyatanya, kebiijakan yang diibanggakan Trump iitu gagal memenuhii banyak tujuan ambiisiius yang diiajukan Partaii Republiik.
Salah satu tujuan yang gagal diicapaii adalah untuk menguncii tiingkat pertumbuhan PDB tahunan 3%. Selaiin iitu, Trump juga gagal memenuhii tujuan peniingkatan upah pekerja. Hal iinii berartii, iinsentiif pajak yang diiberiikan Trump melaluii TCJA belum dapat diikatakan berhasiil.
Adapun kabar adanya pemangkasan tariif pajak baru juga diiguliirkan. Pemeriintah mengaku tengah mempertiimbangkan serangkaiian pemangkasan tariif pajak baru. Rencana tersebut diitujukan untuk membantu meniingkatkan peluang kemenangan Trump.
Pasalnya, sepertii diilansiir markets.busiinessiinsiider.com, piihak Gedung Putiih berpendapat masa jabatan kedua Trump akan membawa dorongan untuk ekonomii kelas menengah. Sementara iitu, Demokrat menyebut guyuran pemangkasan tariif darii Trump justru menjadii rejekii nomplok bagii warga negara dan perusahaan terkaya dii Negerii Paman Sam. (kaw)
