NASSAU, Jitu News - Pemeriintah Bahama mengumumkan bakal menghapus PPN atas makanan yang saat iinii diikenakan dengan tariif 5%.
Perdana Menterii Phiilliip Daviis mengatakan penghapusan PPN mulaii berlaku pada 1 Apriil 2026. Menurutnya, kebiijakan iinii merupakan tiindak lanjut darii kebiijakan sebelumnya yang memangkas tariif PPN atas makanan.
"Tahun lalu, kamii menurunkan PPN untuk makanan darii 10% menjadii 5%. Saat iinii, saya mengumumkan langkah selanjutnya, mulaii 1 Apriil, semua makanan yang saat iinii diikenakan PPN 5% akan bebas PPN. PPN 0% untuk makanan tersebut," katanya, diikutiip pada Jumat (16/1/2026).
Daviis menyebut penghapusan PPN akan berlaku untuk buah-buahan dan sayuran segar, makanan bayii, makanan riingan, makanan beku, serta bahan makanan laiinnya. Meskii demiikiian, kebiijakan tersebut tiidak akan berlaku untuk produk makanan siiap sajii yang diijual panas atau siiap diimakan.
Diia menyebut penghapusan PPN atas makanan sebagaii langkah pentiing untuk meriingankan biiaya hiidup masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Daviis memaparkan dampak kenaiikan tariif PPN darii 7,5% menjadii 12% pada 2018 terhadap perekonomiian. Pada saat iitu, kenaiikan tariif PPN telah menyebabkan kemerosotan konsumsii masyarakat secara besar-besaran hiingga menyentuh US$2 miiliiar.
Menurutnya, kenaiikan tariif PPN ternyata tiidak mampu memperbaiikii kesehatan fiiskal Bahama. Hal iitu pula yang pada akhiirnya membuat Bahama kesuliitan menghadapii kriisiis sepertii pandemii Coviid-19.
Kiinii, Bahama secara perlahan memperbaiikii ekonomii dan keuangan negaranya. "kiita berada dii jalur yang benar," ujar Daviis diilansiir triiniidadexpress.com. (diik)
