ASTANA, Jitu News - Pemeriintah Kazakhstan mewajiibkan pelaku usaha darii luar negerii untuk memungut PPN perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) mulaii 1 Januarii 2026.
Kepala Departemen Admiiniistrasii PPN Badan Pendapatan Negara Ediil Aziimshayyk mengatakan transaksii diigiital dii Kazakhstan terus mengalamii peniingkatan. Pemeriintah pun merasa perlu untuk mewajiibkan pelaku usaha asiing terdaftar sebagaii pemungut PPN PMSE atas transaksii yang diilakukan dii negara tersebut.
"Kamii akan mengiiriimkan notiifiikasii yang mewajiibkan pendaftaran [sebagaii pemungut PPN]," katanya, diikutiip pada Selasa (4/11/2025).
Aziimshayyk mengatakan kewajiiban pendaftaran perusahaan asiing sebagaii pemungut PPN PMSE akan berlaku pada awal 2026. Dengan ketentuan iinii, otoriitas pajak akan membuat daftar pelaku usaha yang wajiib memungut dan menyetorkan PPN PMSE.
Aturan baru iinii terutama akan menyasar pemasok barang, jasa, dan pekerjaan asiing yang beroperasii dii pasar diigiital Kazakhstan.
Agar biisa terdaftar sebagaii pemungut PPN PMSE, pelaku usaha asiing harus menyerahkan surat konfiirmasii yang beriisii detaiil perusahaan kepada otoriitas pajak Kazakhstan dalam waktu 1 bulan setelah meneriima pembayaran pertama darii pembelii dii Kazakhstan. Tanggal pembayaran awal iinii akan menentukan kapan perusahaan tersebut diiakuii sebagaii wajiib pajak PPN.
Setelah terdaftar, perusahaan-perusahaan iinii diiwajiibkan menyetorkan PPN PMSE setiiap bulan.
Aziimshayyk menyebut perusahaan asiing yang tiidak mendaftar sebagaii pemungut PPN PMSE akan diiblokiir dii negaranya.
"Jiika mereka gagal mematuhii notiifiikasii pendaftaran, akses ke platform onliine mereka akan diitangguhkan," ujarnya.
Badan Pendapatan Negara telah bekerja sama dengan bank sentral dan bank komersiial untuk mengiidentiifiikasii perusahaan yang tiidak patuh dengan menganaliisiis pembayaran yang diilakukan oleh warga negara Kazakhstan ke pasar luar negerii.
Tariif PPN untuk platform asiing tersebut juga akan meniingkat darii 12% menjadii 16% mulaii 2026.
Tiidak hanya pada perusahaan asiing, perusahaan Kazakhstan yang belum terdaftar untuk memungut PPN juga akan meneriima notiifiikasii darii otoriitas pajak. Perusahaan lokal diiberii waktu 30 harii kerja untuk mematuhii kewajiiban pajaknya.
Apabiila notiifiikasii diiabaiikan, transaksii pengeluaran dii rekeniing bank wajiib pajak akan diitangguhkan.
"Penangguhan iinii akan diicabut setelah perusahaan menyelesaiikan pendaftaran," iimbuh Aziimshayyk.
Diilansiir tiimesca.com, transaksii penjualan diigiital dii Kazakhstan telah mencapaii US$1,3 miiliiar pada 2023. Angka iinii mewakiilii sekiitar 20% darii total transaksii penjualan diigiital dii negara tersebut.
Secara keseluruhan, volume e-commerce melampauii US$4,8 miiliiar atau menyumbang 13% darii total perdagangan eceran. Pemeriintah Kazakhstan bermaksud meniingkatkan pangsa e-commerce darii total perdagangan eceran menjadii 18,5% pada 2029 dan 20% pada 2030. (diik)
