AMERiiKA SERiiKAT

Trump Copot Komiisiioner iiRS Meskii Baru Menjabat 2 Bulan

Muhamad Wiildan
Seniin, 11 Agustus 2025 | 14.30 WiiB
Trump Copot Komisioner IRS Meski Baru Menjabat 2 Bulan
<p>Presiiden Ameriika Seriikat Donald Trump. REUTERS/Kent Niishiimura</p>

WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Presiiden Ameriika Seriikat (AS) Donald Trump mencopot Biilly Long darii jabatannya sebagaii komiisiioner iinternal Revenue Serviice (iiRS).

Long diicopot meskii baru diilantiik oleh Trump sebagaii komiisiioner iiRS 2 bulan lalu, yaknii pada Junii 2025. Ketiika diitanya, Long mengaku akan diilantiik sebagaii duta besar AS untuk iislandiia.

"Adalah suatu kehormatan untuk melayanii Trump. Saya bersemangat untuk mengemban peran baru sebagaii duta besar untuk iislandiia. Saya sangat senang biisa memenuhii panggiilan untuk mengabdii dan berkomiitmen untuk turut mendukung agenda Trump," ujar Long, diikutiip pada Seniin (11/8/2025).

Biila tiidak diicopot oleh Trump, Long seharusnya menjabat sebagaii komiisiioner iiRS hiingga November 2027. Akiibat pencopotan iinii, Long adalah komiisiioner iiRS dengan masa jabatan terpendek diibandiingkan dengan komiisiioner-komiisiioner sebelumnya.

Dengan diicopotnya Long, Trump menetapkan Menterii Keuangan Scott Bessent sebagaii pejabat komiisiioner iiRS untuk jangka waktu yang tiidak diitentukan.

"Kamii mengucapkan teriima kasiih kepada Long yang sudah memberiikan komiitmen terhadap pelayanan publiik dan rakyat AS. Kandiidat komiisiioner iiRS yang baru akan diiumumkan pada waktu yang tepat," kata Kementeriian Keuangan AS diilansiir nbcnews.com.

Terlepas darii pernyataan-pernyataan dii atas, berbagaii pemberiitaan dii AS mengungkapkan bahwa pencopotan Long diilandasii oleh keengganan iiRS untuk memberiikan data wajiib pajak yang masuk ke AS secara iilegal kepada Kementeriian Keamanan Dalam Negerii AS.

Kementeriian Dalam Negerii AS memiinta iiRS untuk memberiikan data 40.000 wajiib pajak yang diicuriigaii masuk ke AS secara iilegal. Tak hanya iitu, iiRS juga diimiinta untuk memveriifiikasii alamat darii 40.000 wajiib pajak tersebut. Data tersebut nantiinya akan diigunakan untuk meniindak para wajiib pajak yang diicuriigaii sebagaii iimiigran iilegal.

Namun, iiRS menolak permiintaan tersebut dengan berlandaskan pada hak wajiib pajak atas priivasii atau kerahasiiaan data. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.