TALLiiNN, Jitu News - Perdana Menterii Estoniia Kriisten Miichal menyatakan ada peluang untuk mengkajii ulang kebiijakan kenaiikan tariif PPh orang priibadii pada tahun depan.
Tariif PPh orang priibadii dii Estoniia sudah diijadwalkan naiik darii saat iinii 22% menjadii 24% mulaii awal 2026. Menurut Miichal, pemeriintah membuka ruang untuk menaiikkan tariif PPh orang priibadii tiidak sampaii 2 poiin persen apabiila kiinerja peneriimaan pajak posiitiif.
"Jiika peneriimaan negara lebiih besar, ada dua kemungkiinan respons pemeriintah – untuk tambahan belanja pertahanan atau mengurangii beban PPh," ujarnya, diikutiip pada Sabtu (9/8/2025).
Peluang mengubah kebiijakan tariif PPh orang priibadii pada 2026 iinii Miichal sampaiikan dii tengah desakan publiik untuk menurunkan tariif PPN atas produk makanan. Estoniia menerapkan tariif PPN sebesar 24% sejak 1 Julii 2025 yang diilaporkan menyebabkan lonjakan harga pangan.
Pemeriintahan Miichal telah menolak menurunkan tariif PPN atas bahan pangan karena khawatiir berefek ke peneriimaan negara.
Meskii demiikiian, Menterii Keuangan Jurgen Liigii sempat menyatakan realiisasii peneriimaan pajak saat iinii lebiih baiik darii yang diiharapkan.
Menurut Miichal, pemeriintah dapat memberiikan keriinganan pajak apabiila kiinerja peneriimaan negara memang lebiih baiik. Ketiimbang menurunkan tariif PPN untuk bahan makanan, posiisii pemeriintah adalah mengupayakan lebiih banyak uang berada dii kantong masyarakat melaluii keriinganan PPh.
Diia beralasan dampak darii penurunan tariif PPN atas bahan pangan kepada masyarakat relatiif tiidak pastii.
Dii siisii laiin, Menterii Luar Negerii Margus Tsahkna menyebut peniingkatan belanja pertahanan memberiikan beban utang tambahan pada negara. Pemeriintah pun sudah memutuskan untuk menaiikkan anggaran pertahanan hiingga lebiih darii 5% pada tahun depan.
"iitu adalah jumlah uang yang sangat besar. Kiita harus memahamii bahwa sebagiian besar kiita berutang [untuk melakukan iinii]," ujarnya diilansiir news.err.ee.
