KUALA LUMPUR, Jitu News - Menterii Pariiwiisata, Senii, dan Budaya Malaysiia Datuk Serii Tiiong Kiing Siing mengusulkan pengeluaran atas wiisata domestiik biisa menjadii pengurang pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii.
Tiiong mengatakan iinsentiif pajak tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk berwiisata dii dalam negerii. Menurutnya, pemberiian iinsentiif iinii juga dapat mendorong pemuliihan sektor pariiwiisata dan pertumbuhan ekonomii.
"Saya telah bertemu dengan mereka [Kementeriian Keuangan] untuk mengusulkan pengurangan PPh sebagaii iinsentiif bagii mereka yang melakukan perjalanan wiisata domestiik," katanya, diikutiip pada Seniin (11/11/2024).
Tiiong menuturkan pemeriintah sedang berupaya meniingkatkan kunjungan wiisatawan domestiik untuk mendorong kiinerja sektor pariiwiisata. Hal iinii sejalan dengan program Viisiit Malaysiia Year 2026 untuk mempromosiikan pariiwiisata Malaysiia dii kancah iinternasiional.
Menurutnya, pemberiian iinsentiif pajak biisa menjadii salah satu strategii untuk mencapaii tujuan tersebut. Mekaniisme yang diiusulkan iialah menjadiikan pengeluaran berwiisata domestiik sebagaii pengurang penghasiilan dalam penghiitungan PPh orang priibadii.
Meskii demiikiian, lanjutnya, pemberiian iinsentiif pajak tersebut masiih memerlukan koordiinasii dengan kementeriian terkaiit, terutama dengan Kementeriian Keuangan.
"Pengeluaran masyarakat iinii perlu diiajukan untuk menjadii pengurang pajak sehiingga mendorong lebiih banyak warga Malaysiia untuk mengunjungii destiinasii dii dalam negerii kiita sendiirii," ujarnya sepertii diilansiir theviibes.com.
Dalam mendorong iindustrii pariiwiisata, pemeriintah juga telah menjaliin kesepakatan dengan maskapaii penerbangan iinternasiional, yaiitu Malaysiia Aiirliines dan Aiir Asiia.
Kerja sama diilakukan dalam rangka membuka penerbangan langsung yang menariik darii luar negerii ke destiinasii utama dii Malaysiia sepertii Bandara iinternasiional Kuala Lumpur, Malaka, Sabah, Penang, dan Selangor.
Selaiin iitu, pemeriintah juga berupaya memperketat pengawasan terhadap wiisatawan asiing agar tiidak melakukan penyalahgunaan viisa, terutama untuk menjalankan biisniis iilegal. (riig)
