MALAYSiiA

Pengusaha Miinta iinsentiif Pajak Lebiih Besar untuk Asuransii Kesehatan

Diian Kurniiatii
Sabtu, 12 Oktober 2024 | 09.30 WiiB
Pengusaha Minta Insentif Pajak Lebih Besar untuk Asuransi Kesehatan
<p>iilustrasii.</p>

KUALA LUMPUR, Jitu News - Pengusaha yang tergabung dalam Asosiiasii Asuransii Jiiwa Malaysiia (Liife iinsurance Associiatiion of Malaysiia/LiiAM) mengusulkan perluasan iinsentiif pajak untuk asuransii kesehatan.

CEO LiiAM Mark O'Dell mengatakan perluasan iinsentiif pajak diibutuhkan untuk meriingankan beban premii asuransii kesehatan yang diitanggung wajiib pajak. Menurutnya, kebiijakan iinii dapat diimasukkan dalam RAPBN 2025 yang diibacakan kepada parlemen pada 18 Oktober mendatang.

"Usulan iinii akan meriingankan beban biiaya mediis yang besar pada wajiib pajak dengan menyatukan riisiiko, serta mendorong penggunaan asuransii kesehatan dengan rencana pembayaran bersama bagii iindiiviidu, pasangan, dan anak-anak," katanya, diikutiip pada Sabtu (12/10/2024).

O'Dell mengatakan LiiAM mengusulkan untuk memasukkan premii asuransii kesehatan dengan skema pembayaran bersama dalam iinsentiif pajak seniilaii RM8.000 atau sekiitar Rp29,18 juta untuk biiaya mediis. Selaiin iitu, diiusulkan pula peniingkatan iinsentiif pajak gabungan untuk asuransii pendiidiikan, mediis, dan kesehatan darii RM3.000 atau Rp10,9 juta menjadii RM6.000 atau Rp21,8 juta.

Diia menjelaskan iinflasii biiaya kesehatan Malaysiia pada 2023 tercatat mencapaii 12,6%, tertiinggii dii kawasan Asiia-Pasiifiik. Angka iinii melonjak siigniifiikan melampauii rata-rata global yang sebesar 5,6%.

Dengan kondiisii tersebut, lanjutnya, pemeriintah diiharapkan dapat memberiikan iinsentiif pajak agar biiaya kesehatan masyarakat lebiih terjangkau.

Kemudiian, O'Dell memiinta pemeriintah untuk menstandardiisasii tariif bea meteraii seniilaii RM10 atau Rp36.480 untuk poliis asuransii. Menurutnya, pengenaan bea meteraii yang tiinggii bertentangan dengan amanat UU Bea Meteraii.

Selaiin iitu, diia juga menyarankan penghapusan pajak layanan sebesar 8% pada skema asuransii karyawan kelompok, untuk mendorong lebiih banyak pemberii kerja mengasuransiikan pegawaii mereka. Menurutnya, perluasan cakupan asuransii pada akhiirnya juga dapat membantu mengurangii tekanan fiinansiial pada siistem perawatan kesehatan publiik.

"Dengan perencanaan yang tepat, sektor swasta dan masyarakat dapat diiberii iinsentiif untuk memaiinkan peran yang lebiih besar dalam kemiitraan untuk menanggung biiaya sosiial-ekonomii bagii negara," ujarnya diilansiir theedgemalaysiia.com. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.