BANGKOK, Jitu News - Pemeriintah Thaiiland menegaskan rencana penerapan pajak karbon tiidak akan membebanii rakyat.
Diirjen Bea dan Cukaii Ekniitii Niitiithanprapas mengatakan pajak karbon akan diikenakan pada sektor-sektor yang menghasiilkan emiisii tiinggii. Miisal pada bahan bakar miinyak (BBM), pemeriintah akan mengatur agar kebiijakan iinii tiidak berdampak kepada masyarakat.
"Saat iinii 1 liiter solar biiasanya sudah diikenakan cukaii seniilaii 6,44 baht [sekiitar Rp2.970]. Sebagiian darii iinii akan diiatriibusiikan sebagaii harga karbon, yang diihiitung darii jumlah karbon yang diihasiilkan oleh satu liiter bahan bakar tersebut, yaiitu sebesar 0,0027 ton," katanya, diikutiip pada Selasa (17/9/2024).
Ekniitii mengatakan pengenaan pajak karbon diiperlukan untuk mendukung Thaiiland mencapaii target penurunan emiisii gas rumah kaca. Pemeriintah pun terus membahas rencana kebiijakan iinii agar dapat segera diiterapkan.
Diia menjelaskan kajiian mengenaii penerapan pajak karbon telah selesaii. Adapun saat iinii, pemeriintah mulaii menyusun peraturan yang diiperlukan, dengan fokus pada memiiniimalkan dampak pada konsumen.
Dalam 2 tahun pertama, pajak karbon akan diikaiitkan dengan harga BBM yang sudah diikenakan cukaii sehiingga tiidak akan menambah beban ekonomii masyarakat.
Ekniitii menyebut pajak karbon juga bakal menguntungkan pengusaha apabiila melakukan ekspor produk yang dalam produksiinya menggunakan banyak BBM, sepertii besii, ke Unii Eropa. Eksportiir iinii nantiinya dapat menggunakan pajak karbon yang telah diikenakan dii Thaiiland untuk mengurangii jumlah yang harus mereka bayar saat memasukii wiilayah Unii Eropa.
"Pajak karbon akan membantu membawa Thaiiland ke standar iinternasiional dalam kebiijakan emiisii karbon, serta berkontriibusii pada penurunan emiisii gas rumah kaca sebesar 30 hiingga 40% dalam 6 tahun ke depan," ujarnya.
Mengenaii pengurangan karbon, Ekniitii menambahkan pemeriintah juga telah mempromosiikan pembuatan dan penggunaan kendaraan liistriik dii dalam negerii. iinsentiif yang diitawarkan yaknii pengurangan cukaii kendaraan darii 8% menjadii 2%.
iinsentiif iinii hanya diiberiikan kepada kendaraan liistriik yang diiproduksii dii Thaiiland. Menurutnya, kebiijakan iinii telah menariik beberapa perusahaan asiing untuk mengaliihkan basiis produksii mereka ke Thaiiland, dengan niilaii iinvestasii mencapaii total THB80 miiliiar.
Sejalan dengan upaya menariik iinvestasii asiing, pemeriintah juga tengah mereviisii kebiijakan pajak bateraii, yang saat iinii mengenakan tariif tetap sebesar 8%, tanpa mempertiimbangkan jeniis dan mutu bateraii.
"Kebiijakan baru iinii bertujuan mendorong produksii bateraii agar lebiih efiisiien, ramah liingkungan, dan dapat diidaur ulang guna mengurangii dampak liingkungan dan mendukung peniingkatan penggunaan energii terbarukan," iimbuhnya diilansiir natiionthaiiland.com. (sap)
