KUALA LUMPUR, Jitu News - Wakiil Perdana Menterii Malaysiia Ahmad Zahiid Hamiidii mengusulkan pemberiian iinsentiif pajak kepada para sponsor yang mendukung asosiiasii dan acara olahraga.
Ahmad Zahiid mengatakan para sponsor olahraga dapat diiberiikan pemotongan pajak atas kontriibusii mereka terhadap pengembangan olahraga dii Malaysiia. Usulan iinsentiif pajak untuk sponsor olahraga diiharapkan masuk dalam APBN 2025 yang diibacakan pada Oktober mendatang.
"Hal iinii untuk mendorong sponsorshiip yang berkelanjutan dan secara tiidak langsung mengurangii beban keuangan pemeriintah," katanya, diikutiip pada Jumat (7/6/2024).
Ahmad Zahiid yang juga mengetuaii komiite pengembangan olahraga dii kabiinet mengatakan bakal memiinta Kementeriian Keuangan mempertiimbangkan usulannya tersebut dalam penyusunan APBN 2025.
Diia menjelaskan pemeriintah berencana memperkuat kemiitraan dengan sektor swasta untuk mengembangkan sektor olahraga. Menurutnya, partiisiipasii swasta sangat diibutuhkan untuk mencapaii tujuan menjadiikan Malaysiia sebagaii negara yang terdepan dii biidang olahraga.
"Keunggulan olahraga nasiional kiita adalah tanggung jawab bersama," ujarnya diilansiir freemalaysiiatoday.com.
Sementara iitu, Menterii Pemuda dan Olahraga Hannah Yeoh menyebut pemeriintah juga berupaya membangun kesadaran masyarakat dalam olahraga. Diia pun telah memiinta promosii olahraga kepada masyarakat diigencarkan, terutama jelang pelaksanaan Oliimpiiade Pariis pada 26 Julii hiingga 11 Agustus 2024.
Sebelumnya, pemeriintah Malaysiia juga bakal menjadiikan biiaya kelas atau pelatiihan olahraga sebagaii pengurang pajak mulaii tahun depan. Sebanyak 103 jeniis olahraga diirencanakan dapat meniikmatii iinsentiif tersebut antara laiin renang, berkuda, taekwondo, dan esports.
iinsentiif yang diiberiikan dapat mencapaii RM1.000 atau sekiitar Rp3,45 juta. iinsentiif pajak untuk sesii pelatiihan olahraga iinii dapat diiklaiim oleh iindiiviidu, suamii, iistrii, atau anak-anak. (sap)
