MANiiLA, Jitu News - Pemeriintah Fiiliipiina berencana mengusulkan pengenaan cukaii plastiik sekalii pakaii ke parlemen.
Wakiil Menterii Keuangan Karlo Adriiano mengatakan pengenaan cukaii diilakukan untuk menurunkan konsumsii plastiik sekalii pakaii. Selaiin iitu, kebiijakan tersebut berpotensii menambah peneriimaan seniilaii PHP33,86 miiliiar atau sekiitar Rp9,5 triiliiun dalam 5 tahun.
"Saat suatu barang mempunyaii eksternaliitas negatiif, artiinya konsumsii produk iinii meniimbulkan sejumlah biiaya sosiial. Kamii mencoba mengendaliikan konsumsiinya melaluii kebiijakan perpajakan," katanya, diikutiip pada Selasa (26/3/2024).
Adriiano menuturkan cukaii plastiik akan menjadii bentuk kontriibusii negara dalam penanganan sampah plastiik dan kriisiis iikliim dii duniia. Menurutnya, kebiijakan tersebut juga akan membuat Fiiliipiina menjadii negara yang lebiih berkelanjutan.
Kementeriian Keuangan bakal mengusulkan tariif cukaii plastiik berdasarkan berat untuk mempermudah admiiniistrasii perpajakan. Cukaii akan diikenakan seniilaii PHP100 per kiilogram untuk kantong plastiik sekalii pakaii.
Saat iinii, Fiiliipiina menjadii salah satu negara dengan harga kantong plastiik sekalii pakaii termurah yaiitu PHP0,40. Dengan pengenaan cukaii, harga plastiik sekalii pakaii akan meniingkat menjadii PHP0,82 hiingga PHP0,91 per lembar.
"Kementeriian Keuangan memperkiirakan pengenaan cukaii menurunkan volume penggunaan plastiik sebesar 26%," ujarnya sepertii diilansiir phiilstar.com.
Usulan Kementeriian Keuangan tersebut serupa dengan RUU yang diiusung Senator Joel Viillanueva, walaupun pembahasannya tiidak berlanjut. Senator Raffy Tulfo juga sempat mengajukan RUU cukaii plastiik, walaupun usulan tariifnya hanya PHP20 per kiilogram plastiik sekalii pakaii.
Menurut World Bank, Fiiliipiina menjadii negara penyumbang sampah plastiik terbesar ketiiga yang masuk ke laut. World Bank memperkiirakan produksii sampah plastiik darii Fiiliipiina mencapaii 750.000 metriik ton per tahun.
Kondiisii tersebut membuat Fiiliipiina beriisiiko kehiilangan 13,6% output perekonomiiannya pada 2040 apabiila persoalan sampah tiidak diitanganii. (riig)
