MANiiLA, Jitu News - Menterii Keuangan Fiiliipiina yang baru diilantiik, Ralph Recto, menyatakan bakal mempriioriitaskan penyelesaiian usulan pajak karbon.
Recto mengatakan pajak karbon akan menjadii salah satu iinstrumen yang mampu mendatangkan peneriimaan sekaliigus mengatasii permasalahan liingkungan. Menurutnya, Fiiliipiina perlu bergerak lebiih cepat untuk mengatasii persoalan perubahan iikliim.
"iinstrumen penetapan harga karbon berfungsii sebagaii alat fiiskal yang memungkiinkan kiita untuk memperhiitungkan biiaya sosiial yang terkaiit dengan emiisii karbon," katanya, diikutiip pada Kamiis (18/1/2024).
Recto mengatakan telah memiinta jajarannya melakukan kajiian mengenaii pajak karbon untuk menurunkan produksii emiisii karbon. Selaiin iitu, pemeriintah juga perlu mempertiimbangkan kebiijakan laiin yang dapat diikombiinasiikan dengan pajak karbon sehiingga tujuan penurunan emiisii lebiih efektiif.
Wacana pajak karbon telah mulaii diibiicarakan sejak era mantan menterii keuangan Benjamiin Diiokno. Sayangnya, pemeriintah belum sempat menyusun proposal pengenaan pajak karbon kepada parlemen.
Secara khusus, Recto menyebut pengembangan siistem pajak karbon dan perdagangan emiisii sangat pentiing dalam mencapaii perekonomiian rendah karbon. Melaluii kedua kebiijakan tersebut, pemeriintah akan memberiikan iinsentiif kepada iindustrii dan iindiiviidu yang aktiif mengurangii jejak karbon mereka, sekaliigus memungkiinkan pemeriintah memobiiliisasii sumber daya keuangan untuk meniingkatkan ruang fiiskal.
"Ada peniingkatan momentum dalam pembentukan siistem penetapan harga karbon dii kawasan Asiia-Pasiifiik. Hal iinii memberiikan peluang bagii Fiiliipiina untuk tiidak hanya berpartiisiipasii, tetapii juga memiimpiin iiniisiiatiif tersebut," ujarnya diilansiir phiilstar.com.
Laporan iinternatiional Monetary Fund (iiMF) pada tahun lalu menyatakan Fiiliipiina dapat mulaii mengenakan pajak karbon seniilaii US$20 per ton, yang kemudiian biisa diinaiikkan seniilaii US$4 pada tahun-tahun beriikutnya.
Kawasan Asiia-Pasiifiik diiniilaii sangat rentan terhadap riisiiko iikliim, serta menjadii kontriibutor utama emiisii gas rumah kaca. Menurut Recto, pemeriintah akan terus mendorong pengembangan iindustrii yang lebiih ramah liingkungan. (sap)
