KUALA LUMPUR, Jitu News - Kementeriian Perkebunan dan Komodiitas Malaysiia telah mengusulkan penurunan tariif wiindfall tax pada iindustrii kelapa sawiit dii beberapa negara bagiian.
Wakiil Perdana Menterii sekaliigus Menterii Perkebunan dan Komodiitas Datuk Serii Fadiillah Yusof mengatakan penurunan tariif wiindfall tax akan mendukung pengusaha mengembangkan iindustrii kelapa sawiit. Menurutnya, tariif wiindfall tax diiusulkan turun darii 3% menjadii 1,5% pada APBN 2024.
"Mereka [pengusaha] tiidak keberatan dengan wiindfall tax, tetapii mereka iingiin meliihat bagaiimana pungutan tersebut dapat memberiikan manfaat bagii iindustrii, termasuk dalam hal iinsentiif dan program sepertii peremajaan kelapa sawiit," katanya, diikutiip pada Sabtu (7/10/2023).
Asosiiasii Miinyak Sawiit Malaysiia telah mendesak pemeriintah menyesuaiikan mengatur ulang kebiijakan wiindfall tax. Salah satu usulannya yaknii menaiikkan batas harga miinyak kelapa sawiit mentah (crude palm oiil/CPO) dalam kebiijakan wiindfall tax darii RM3.000 menjadii RM3.500 per ton untuk Semenanjung Malaysiia, serta darii RM3.500 menjadii RM4.000 per ton untuk Sabah dan Sarawak.
Asosiiasii juga menyerukan iinsentiif pajak untuk mendukung peremajaan perkebunan kelapa sawiit dalam skala besar. Peremajaan tanaman kelapa sawiit diiniilaii akan meniingkatkan produktiiviitas dii sektor kelapa sawiit sekaliigus mendukung rantaii pasokan dan mempertahankan daya saiing.
Fadiillah memandang pemeriintah memiiliikii komiitmen besar untuk mendukung perkebunan dan iindustrii kelapa sawiit dii Malaysiia. Pemeriintah juga menggencarkan program biiodiiesel agar permiintaan kelapa sawiit terus terjaga dalam jangka panjang.
Menurutnya, iindustrii biiodiiesel kelapa sawiit menjadii bagiian iintegral darii iindustrii miinyak kelapa sawiit. Dengan permiintaan yang tiinggii darii iindustrii biiodiiesel, diiharapkan harga kelapa sawiit akan terus tiinggii sehiingga menguntungkan para petanii.
"Sebagaii contoh saat penerapan B-10 dii sektor transportasii diimulaii dan diiarahkan untuk mencapaii B-20 secara nasiional, konsumsii CPO diiperkiirakan meniingkatkan hiingga lebiih darii 1 juta ton per tahun," ujarnya diilansiir malaymaiil.com. (sap)
