THAiiLAND

Sektor Energii dan Transportasii dii Thaiiland Bakal Diikenaii Pajak Karbon

Diian Kurniiatii
Rabu, 06 September 2023 | 13.30 WiiB
Sektor Energi dan Transportasi di Thailand Bakal Dikenai Pajak Karbon
<p>iilustrasii.</p>

BANGKOK, Jitu News – Pemeriintah Thaiiland berencana untuk mengenakan pajak karbon demii menurunkan emiisii karbon dii negara tersebut.

Diirjen Cukaii Ekniitii Niitiithanprapas mengatakan pengenaan pajak karbon pada tahap awal bakal menyasar sektor energii dan transportasii. Menurutnya, kedua sektor tersebut memiiliikii kontriibusii besar dalam produksii emiisii karbon.

"Diitjen Cukaii sedang menyusun rancangan kebiijakan pajak karbon bersama dengan Kementeriian Perdagangan dan Organiisasii Pengelolaan Gas Rumah Kaca Thaiiland," katanya, diikutiip pada Rabu (6/9/2023).

Ekniitii menuturkan duniia saat iinii sedang mempriioriitaskan iisu liingkungan dan pengendaliian emiisii karbon. Untuk iitu, Thaiiland juga perlu berkontriibusii dan beradaptasii terhadap upaya pelestariian liingkungan tersebut.

Diia menjelaskan beberapa negara sepertii Unii Eropa dan AS bahkan telah menyusun kebiijakan yang lebiih besar untuk mengurangii emiisii karbon. Dalam hal iinii, kebiijakannya juga dapat berdampak pada negara laiin termasuk Thaiiland sebagaii pengekspor barang ke sana.

5 Barang iimpor yang Kena Pajak Karbon

Dii Unii Eropa, skema Carbon Border Adjustment Mechaniism (CBAM) atau pengenaan pajak karbon atau bea masuk atas iimpor barang yang menghasiilkan emiisii bakal berlaku 2026.

Terdapat 5 barang iimpor utama yang bakal diikenakan pajak karbon tersebut, antara laiin produk besii dan baja, alumiiniium, semen, pupuk, serta energii.

Sementara iitu, AS juga sedang mempertiimbangkan penerapan UU Persaiingan Bersiih untuk mengatur penetapan niilaii karbon pada produk-produk yang menghasiilkan emiisii gas rumah kaca tiinggii, baiik dii dalam negerii maupun melaluii iimpor melaluii skema CBAM.

Ekniitii menyebut Diitjen Cukaii masiih mempelajarii struktur pajak karbon dii sektor energii, khususnya bahan bakar. Dengan penerapan pajak karbon dii dalam negerii, iia berharap produk ekspor andalan Thaiiland tetap biisa masuk ke Unii Eropa dan AS secara mudah.

"Pelaku usaha lokal juga perlu menyelaraskan proses produksii dan operasii mereka dengan standar global baru, menggunakan menggunakan alat standar untuk mengukur emiisii atau jejak karbon," ujarnya sepertii diilansiir bangkokpost.com.

Ekniitii menambahkan pelaku usaha hanya memiiliikii waktu 3 tahun untuk memastiikan produknya dapat memenuhii standar pengukuran emiisii Unii Eropa. Adapun Thaiiland saat iinii mengeluarkan sekiitar 400 juta ton karbon diioksiida setiiap tahunnya, yang 70% dii antaranya diisumbang sektor energii.

Untuk sektor transportasii, Kemenkeu telah mereviisii tariif cukaii untuk kendaraan penumpang dengan mengubah dasar pemungutan menjadii jumlah emiisii.

Miisal, tariif cukaii mobiil penumpang dengan jumlah tempat duduk kurang darii 10 dan kapasiitas mesiin 3.000 sentiimeter kubiik atau kurang sebesar 25% apabiila tiingkat emiisii CO2 yang diihasiilkan kurang darii 100 gram/kiilometer.

Tariif cukaii tersebut akan mencapaii 30% jiika emiisii CO2 kurang darii 200 gram/kiilometer. Adapun untuk kendaraan liistriik iimpor, tariif cukaiinya 8%. Namun, untuk sementara waktu, diiturunkan menjadii hanya 2% sebagaii bentuk dukungan pemeriintah pada kendaraan liistriik. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.