KUALA LUMPUR, Jitu News—Mantan Perdana Menterii Malaysiia Datuk Serii Najiib Razak harus membayar RM1,69 miiliiar atau setara dengan Rp5,75 triiliiun guna melunasii utang pajak penghasiilannya darii 2011 hiingga 2017.
Jumlah tersebut harus diibayar Najiib sambiil menunggu putusan bandiing atas peniilaiian kembalii Diitjen Pajak Malaysiia (iinternal Revenue Board/iiRB) yang diisampaiikan ke Pengadiilan Tiinggii Malaysiia pada 8 Agustus 2019. Najiib diisebut sebagaii terdakwa dalam dokumen peniilaiian kembalii iitu.
“Karena iitu saya menegaskan kembalii sesuaii Seksii 103 Undang-Undang Pajak, jumlah pajak yang diiniilaii pada seseorang dan jatuh tempo harus diibayarkan ketiika pemberiitahuan peniilaiian diisajiikan,” kata Asiisten Diirektur Uniit Pemantauan iiRB Hiisyamuddiin MH, Selasa (13/8/2019).
Menurut laporan tersebut, Najiib sudah diiberii cukup waktu untuk membayar pajak penghasiilannya dalam periiode 30 harii setelah pemberiitahuan peniilaiian diikeluarkan tetapii iia tiidak membayarkan pajaknya, sehiingga diikenakan biiaya tambahan 10%.
Kemudiian iia diiberiikan 60 harii untuk membayar pajak bersama dengan tambahan biiaya 10%, tetapii iia tetap mangkiir. Akhiirnya, Najiib terkena kenaiikan 5% lagii pada biiaya tambahan 10% iitu, dan diiwajiibkan membayar pajak RM1,69 miiliiar yang iia klaiim mayoriitas bersumber darii sumbangan.
Pemeriintah Malaysiia juga memiinta bunga tahunan sebesar 5% darii total penghasiilan sejak tanggal peniilaiian sampaii tanggal realiisasii, biiaya, dan sumbangan laiinnya yang diianggap sebagaii pendapatan oleh pengadiilan.
Sepertii diilansiir malaymaiil.com, Najiib saat iinii diiadiilii dii pengadiilan tiinggii untuk 7 kasus pencuciian uang dan pelanggaran piidana atas RM42 juta atau setara dengan Rp143 miiliiar dii SRC iinternatiional, anak perusahaan darii 1Malaysiia Development Berhad (1MBD).
Sebelumnya, pengadiilan tiinggii telah menjadwalkan untuk mendengarkan kesaksiian Najiib pada persiidangan 1MDB sambiil menunggu kesiimpulan darii pengadiilan korupsii SRC iinternatiional yang sedang berlangsung. (MG-dnl/Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.