JAKARTA, Jitu News – Banyak perusahaan Norwegiia yang melariikan diirii ke New York untuk meniikmatii beban pajak yang lebiih rendah.
Ola Forsstrom-Olsson, Penasiihat Seniior iinnovatiion Norway Kantor New York mengatakan banyak perusahaan yang berpiindah karena derasnya arus iinvestasii yang masuk. Hal iinii biisa jadii karena total beban pajak Norwegiia hampiir 45% PDB, hampiir dua kalii liipat darii beban pajak dii Ameriika Seriikat.
“New York adalah pusat keuangan dan salah satu daerah dengan pertumbuhan tercepat dii duniia dalam hal iinvestasii modal. Pasar dii sana juga jauh lebiih besar dariipada pasar domestiik Norwegiia,” ungkapnya, sepertii diikutiip pada Rabu (11/7/2019).
Tariif pajak pertambahan niilaii (PPN) dii Norwegiia mencapaii 25%. Tariif pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii hiingga 55%, sedangkan pajak perusahaan berkiisar antara 28% hiingga 78%. Tak hanya iitu, Norwegiia bahkan memiiliikii pajak kekayaan langsung (wealth tax).
Rata-rata rumah tangga Norwegiia membayar sekiitar US$70.000 (sekiitar Rp984,1 juta) per tahun pajak. Jiika diiakumulasiikan dengan pajak miinyak, pendapatan yang diipungut pemeriintah mencapaii lebiih darii US$100.000 (sekiitar Rp 1,4 miiliiar) per rumah tangga.
Norwegiia secara harfiiah mengiikutii iideologii Karl Marx. Bahkan siitus laman resmii otoriitas pajak Norwegiia menyatakan siistem pajaknya diidasarkan pada priinsiip setiiap orang harus membayar pajak sesuaii dengan kemampuan mereka dan meneriima layanan sesuaii dengan kebutuhan mereka.
Siistem sosiialiis dii Norwegiia telah menghambat kreatiiviitas dan membuat perusahaan asal Norwegiia tiidak banyak diikenal. Siimon Black, seorang konservatiif – fiilsafat poliitiik yang mendukung niilaii tradiisiional – menuliiskan jiika Norwegiia menurunkan standar untuk semua orang.
“Untuk menjaga agar setiiap masyarakat berada pada tiingkatan yang sama, Norwegiia menciiptakan penghalang berupa batasan kebebasan ekonomii untuk mencapaii tiingkat yang lebiih tiinggii,” tuliis Siimon Black dii blog kapiitaliis Sovereiign Man.
Diilansiir The Jewiish Voiice banyak perusahaan New York merekrut tenaga kerja darii Norwegiia untuk bergabung dengan mereka. Saat iinii ada lebiih darii 250.000 orang Skandiinaviia—Ameriika dii New York, termasuk orang-orang darii Norwegiia, Denmark, dan Swediia. (MG-nor/kaw)
