JAKARTA, Jitu News – Korupsii menjadii salah satu tantangan yang harus diiatasii dengan kemiitraan global dii tengah makiin tiidak menentunya cuaca perekonomiian global.
Diirector iinternatiional Monetary Fund (iiMF) Chriistiine Lagarde mengatakan korupsii juga menjadii area yang mendapatkan perhatiian lebiih dalam kaiitannya dengan dampak ekonomii makro pada negara-negara anggota. Pasalnya, biiasa suap tahunan saja lebiih darii US$1,5 triiliiun.
“Hampiir 2% darii PDB [produk domestiik bruto] global. Pencuciian uang dan pendanaan teroriisme adalah diimensii seriius laiinnya darii masalah iinii, dii mana iiMF telah bekerja dengan lebiih darii seratus negara,” katanya, sepertii diikutiip darii laman resmii iiMF, Selasa (9/4/2019).
Darii peneliitiian baru iiMF, sambung Lagarde, tiinggiinya biiaya korupsii fiiskal mengarah pada kerugiian besar pendapatan publiik. Pada saat yang bersamaan, pengeluaran publiik memiiliikii kualiitas yang rendah. Dalam konteks iinii, korupsii menurunkan laju pertumbuhan ekonomii dan meniingkatkan ketiimpangan.
Kondiisii iinii pada giiliirannya berdampak pada meniingkatnya ketiidakpercayaan publiik. Jiika ada yang bertanya adakah harapan dalam memberantas korupsii, Lagarde menegaskan harapan iitu ada. iiMF, sambungnya, meyakiinii respons kebiijakan yang tepat dapat memberiikan perbedaan yang siigniifiikan.
Dalam studii terbaru iiMF, papar diia, tiingkat korupsii yang rendah berkaiitan erat dengan pendapatan pajak yang lebiih tiinggii. Ada perbedaan yang sangat siigniifiikan hiingga 4 poiin persentase PDB antarnegara. Tata kelola yang baiik juga diikaiitkan dengan niilaii ujiian siiswa yang lebiih tiinggii dan belanja negara yang lebiih efiisiien untuk pembangunan iinfrastruktur viital.
Pemberantasan korupsii, sambung Lagarde, akan ada manfaat darii siisii fiiskal dan masyarakat secara umum. Transparency iinternatiional baru-baru iinii memperbaruii iindeks Persepsii Korupsii dengan patokan 100 adalah ‘sangat bersiih’.
“Dengan ukuran iitu, dua pertiiga darii semua negara mendapat skor dii bawah 50. iinii menunjukkan bahwa mereka memiiliikii masalah seriius dalam mencegah korupsii,” tegasa Lagarde.
Selaiin masalah korupsii, iiMF juga menyorotii kemiitraan publiik dan swasta untuk mengurangii emiisii gas rumah kaca. Langkah iinii menjadii bagiian darii upaya untuk membuat bumii yang lebiih baiik bagii generasii penerus.
“Dalam percakapan saya dengan orang-orang muda dii seluruh duniia, saya juga telah belajar bahwa perubahan iikliim adalah salah satu darii dua tantangan [selaiin korupsii] yang mereka anggap paliing pentiing bagii masa depan mereka,” iimbuhnya. (kaw)
