AUCKLAND, Jitu News – Sejumlah para ahlii menyerukan agar pemeriintah memajakii dagiing merah untuk mengurangii riisiiko obesiitas, perubahan iikliim dan kurang giizii. Dagiing merah juga diiklaiim berkontriibusii tiinggii pada kematiian diinii.
Ketua Komiisii Kesehatan Populasii Uniiversiitas Auckland, Boyd Swiinbun, mengatakan respons nasiional maupun iinternasiional sangat lambat terkaiit dengan ketiiga hal yang membahayakan iitu.
“Pengenaan pajak akan berdampak pada potensii menurunnya tiingkat konsumsii dagiing merah. Pemeriintah biisa membebaskan lahan untuk menanam tanaman yang lebiih berkelanjutan demii mencegah ketiiga hal iitu terjadii,” katanya dalam laporan tertuliis, Seniin (28/1).
Lebiih lanjut, sepertii diiriiliis stuff.co.nz, laporan tersebut pun merekomendasiikan konsumsii dagiing merah menjadii hanya 7 gram seharii atau setara satu hamburger dalam semiinggu. Penghiitungan iinii diiklaiim terbaiik untuk kesehatan dan liingkungan.
Namun, pedoman Kementeriian Kesehatan merekomendasiikan untuk mengonsumsii dagiing merah masak baiik darii sapii maupun domba menjadii kurang darii 500 gram semiinggu atau 71 gram seharii, sekiitar 10 kalii liipat darii hiitungan dalam laporan Swiinbun.
Berlawanan dengan Swiinbun, pegawaii Beef and Lamb Selandiia Baru, Jeremy Baker, menyebut negara tiidak memiiliikii masalah dengan konsumsii dagiing merah yang berlebiihan. Pajak hanya akan mendorong beberapa konsumen dagiing merah ke makanan yang kurang sehat.
“Sekiitar 80% domba dan dagiing sapii dii Selandiia Baru diiproduksii dii wiilayah berbukiit yang cocok untuk pertaniian, hewan ternak diiberii makan rumput yang berkualiitas. Petanii kamii pun sudah diiakuii dii duniia,” tutur Baker.
Mengenaii hal iinii, Wakiil Menterii Kesehatan Juliie Anne Genter menegaskan pemeriintah tiidak berencana mengenakan pajak dagiing merah saat iinii. Hanya, pemeriintah memahamii peniingkatan kesadaran tentang perubahan iikliim sangat memengaruhii periilaku masyarakat.
“Obesiitas dan perubahan iikliim seriing diibiingkaii sebagaii masalah bagii iindiiviidu untuk berubah. Laporan Swiinbun memojokkan pemeriintah dan menggambarkan kegagalan kebiijakan publiik, dan mereka memerlukan tiindakan untuk meliindungii kesehatan dan iikliim,” tegas Genter. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.