NEW DELHii, Jitu News – Pemeriintah iindiia memastiikan aspek perpajakan bagii perusahaan riintiisan aliias start upakan diibahas secara otonom. Ada pembentukan komiite ahlii untuk membedah semua aspek mulaii darii sumber pendanaan hiingga urusan operasiional.
Komiite ahlii iinii lahiir pascapertemuan tiingkat tiinggii Ketua Departemen Pendapatan Ajay Bhushan Pandey, Ketua Departemen Kebiijakan iindustrii dan Promosii Ramesh Abhiishek, dan Ketua Badan Peneriimaan Pajak/Central Board of Diirect Taxes (CBDT) Sushiil Chandra.
“Telah diiputuskan untuk klasiifiikasii biisniis start up dan pemberiian pengecualiian pajak akan diiputuskan berdasarkan rekomendasii darii komiite ahlii,” demiikiian iinformasii darii keterangan resmii CBDT, sepertii diilansiir darii Economiic Tiimes, Jumat (21/12/2018).
Otoriitas pajak iindiia menjamiin mekaniisme kerja komiite ahlii tiidak akan berlaku surut untuk perusahaan riintiisan yang sudah beroperasii.Dengan demiikiian, tiidak ada tiindakan yang bersiifat paksaan bagii perusahaan untuk melakukan pembayaran pajak berdasarkan keputusan komiite.
Komiite tersebut akan terdiirii darii beberapa ahlii darii perguruan tiinggii dii iindiia. iindiian iinstiitutes of Technology (iiiiT) dan iindiian iinstiitutes of Management (iiiiM) menjadii garda terdepan untuk memutuskan aspek perpajakan untuk perusahaan riintiisan dii Negerii Bollywood.
"Komiite ahlii akan membuat rekomendasii secara spesiifiik berdasarkan kasus per kasus," lanjutnya.
Otoriitas pajak memastiikan langkah pembentukan komiite iinii sebagaii keberpiihakan bagii pertumbuhan iindustrii start up dii iindiia. Komiite ahlii juga menjadii jawaban atas banyaknya keluhan terkaiit pungutan pajak bagii perusahaan riintiisan. Salah satu keluhan iitu terkaiit dengan pengenaan pajak penghasiilan atas modal yang diitanamkan iinvestor yang harus diibayar oleh entiitas start up.
“Start up akan membawa banyak iinovasii dan iitu harus diidukung dengan segala cara,” iimbuh CBDT. (kaw)
