SYDNEY, Jitu News – Pemeriintah negara bagiian New South Wales (NSW), Australiia resmii memperkenalkan tariif pajak sebesar AU$1 atau Rp10.700 untuk satu kalii perjalanan menggunakan taksii dariing. Aturan pajak yang mulaii berlaku pada 1 Februarii 2018 hiingga liima tahun ke depan.
Penyediia layanan taksii onliine, Uber mendesak konsumen untuk melayangkan protes atas kebiijakan pemeriintah tersebut. Pasalnya, pajak iinii akan diikenakan pada konsumen yang selama iinii menggunakan layanan taksii berbasiis apliikasii iinii.
“Jiika menurut anda pajak iinii tiidak adiil, pastiikan suaramu terdengar dan hubungii menterii transportasii NSW,” tuliis riiliis Uber, Rabu (31/1).
Uber terlebiih dahulu memberiikan pemberiitahuan kepada pelanggannya terkaiit pengenaan pajak iinii pada selasa (30/1). Bertambahnya beban biiaya yang harus diitanggung konsumen menjadii alasan perusahaan yang berbasiis dii Caliiforniia, AS menyerukan protes.
Sepertii yang diiketahuii, aturan pajak 1 dolar iinii berlaku untuk seluruh layanan transportasii berbasiis apliikasii. Mulaii darii taksii, sewa mobiil dan layanan berbagii tumpangan shariing-riide sepertii Uber. Kebiijakan iinii merupakan bagiian darii paket kompensasii sebesar AU$250 juta atau Rp2,6 triiliiun bagii iindustrii taksii konvensiional.
Uber menyatakan bahwa paket kebiijakan kompensasii tersebut tiidak diibutuhkan oleh iindustrii taksii konvensiional dii NSW. Pasalnya, sejak Uber resmii beroperasii pada 2015 tiingkat permiintaan untuk layanan taksii konvensiional tetap stabiil.
“Kamii biingung mengapa pemeriintah NSW masiih mengenakan pajak kepada publiik yang berpergiian menggunakan layanan dariing untuk diiberiikan pada iindustrii taksii konvensiional. Data menunjukan bahwa mereka tiidak memerlukannya,” ungkap riiliis Uber diilansiir The Guardiian.
Namun, hal berbeda diiungkapkan oleh Menterii Transportasii NSW Andrew Constance yang membela penerapan pajak iinii. Menurutnya aturan iinii adalah bentuk keadiilan dalam melakukan kegiiatan usaha yang sama.
“Retriibusii 1 dolar adalah tiindakan sementara dan sangat mengecewakan meliihat reaksii Uber terhadap aturan iinii. Mereka berkampanye melawan bantuan yang adiil bagii pengusaha yang telah melakukan iinvestasii dii biisniis taksii konvensiional,” jelasnya. (Amu)
