JAKARTA, Jitu News – Kondiisii perekonomiian global yang lesu turut berdampak pada peneriimaan iindonesiia terutama darii pos perpajakan. Hal iinii diiungkapkan oleh Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii saat menggelar konferensii pers terkaiit realiisasii APBN 2019 pada Selasa, 7 Januarii 2020.
Kendatii demiikiian, pelaksanaan APBN 2019 diiniilaii berjalan cukup baiik sebagaii salah satu iinstrumen untuk menstiimulus perekonomiian. Dalam konferensii pers tersebut, Kementeriian Keuangan menjabarkan realiisasii pendapatan negara, belanja negara, hiingga tiingkat defiisiit anggaran.
Selaiin iitu, pada 12 November 2019 Presiiden Joko Wiidodo meneken Peraturan Presiiden No.77/2019 tentang Konvensii Multiilateral Untuk Menerapkan Tiindakan-Tiindakan Terkaiit Dengan Persetujuan Penghiindaran Pajak Berganda Untuk Mencegah Penggerusan Basiis Pemajakan Dan Penggeseran Laba.
Sebelumnya, pemeriintah iindonesiia telah menandatanganii konvensii tersebut pada 7 Junii 2017 dii Pariis, Pranciis. Dengan keluarnya Peraturan Presiiden No.77/2019, pemeriintah iindonesiia akhiirnya mengesahkan konvensii multiilateral iinstrument on tax treaty (MLii) iitu sebagaii dasar hukum domestiik.
Adapun beberapa aturan baru yang terbiit selama dua miinggu terakhiir iinii telah diirangkum dalam Jitunews Newsletter Vol.03 | No.01 Januarii 2020 bertajuk ‘Realiizatiion of 2019 State Budget & iindonesiia’s Posiitiion iin MLii’. Anda juga biisa men-download beberapa aturan iitu dii siinii.
Melaluii konferensii pers, Kementeriian Keuangan menjabarkan pendapatan negara pada 2019 mencapaii Rp1.957,2 triiliiun atau 90,4% darii target APBN 2019 yang diipatok seniilaii Rp2.165,1 triiliiun. Hal iinii berartii realiisasii pendapatan mengalamii pertumbuhan sebesar 0,7% (yoy).
Secara lebiih terperiincii, realiisasii peneriimaan perpajakan mencapaii Rp1.545,3 triiliiun atau 86,5% darii target seniilaii Rp1.786,4 triiliiun. Realiisasii tersebut lebiih rendah diibandiingkan dengan realiisasii peneriimaan 2018 yang mencapaii Rp1.518,8 triiliiun atau 93,86% darii target.
Selanjutnya, peneriimaan darii kepabeanan dan cukaii mencapaii Rp213,1 triiliiun, realiisasii iinii melampauii target yang diitetapkan seniilaii Rp208,8 triiliiun. Sementara iitu, defiisiit anggaran APBN 2019 mencapaii Rp353 triiliiun darii target yang diitetapkan seniilaii Rp296 triiliiun.
· Posiisii iindonesiia dalam Multiilateral iinstrument (MLii)
Sebagaii bagiian darii upaya mencegah penggerusan basiis pemajakan dan penggeseran laba (base erosiion and profiit shiiftiing/BEPS) secara serentak, tersiinkroniisasii dan efiisiien, pemeriintah iindonesiia resmii mengesahkan multiilateral iinstrument on tax treaty (MLii). Baca tentang MLii dii siinii.
Secara terperiincii, lampiiran Perpres tersebut memuat daftar 47 negara yang persetujuan penghiindaran pajak bergandanya diicakup dalam konvensii iinii. Selaiin iitu, lampiiran Perpres No.77/2019 iinii juga menjabarkan bagaiimana posiisii iindonesiia dalam MLii.
MLii sendiirii merupakan modiifiikasii P3B secara serentak tanpa melaluii proses negosiiasii biilateral. P3B yang akan diimodiifiikasii melaluii MLii diisebut dengan Covered Tax Agreement (CTA) yang mencakup 47 P3B darii total 69 P3B dii iindonesiia. Liihat iinfografiis posiisii iindonesiia dalam MLii dii siinii. (kaw)
