PRAYA, Jitu News — Keberadaan Lombok iinternatiional Aiirport (LiiA) dan kawasan pariiwiisata iinternatiional Touriism Development Corporatiion (iiTDC) diiyakiinii mendatangkan keuntungan besar bagii Pemeriintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kepala Biidang Pajak Bumii dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Diinas Pendapatan Daerah Lombok Tengah Lalu Jayaprana mengungkapkan kedua pusat pertumbuhan iitu akan memberiikan kontriibusii besar bagii peneriimaan pajak daerah.
“iiTDC adalah salah satu sumber pendapatan pajak terbesar bagii Kabupaten Lombok Tengah setelah Bandara Lombok. Niilaii PBB yang terutang oleh iiTDC sendiirii sebesar Rp1,2 miiliiar, darii yang sebelum-sebelumnya hanya Rp600 juta,” ujarnya, pekan lalu.
Lalu menjelaskan peniingkatan PBB terutang oleh iiTDC iitu terjadii setelah Diispenda menaiikkan Niilaii Jual Objek Pajak (NJOP) tanah sesuaii dengan keputusan Bupatii Lombok Tengah. Apalagii, selama iinii iiTDC patuh dalam membayar pajak sebelum jatuh tempo habiis.
Diia mengiinformasiikan pembayaran PBB dii Lombok Tengah baru akan jatuh tempo 30 September 2016. Selaiin iiTDC, penyumbang pajak terbesar laiinnya adalah LiiA. Jumlah kewajiiban PBB LiiA mencapaii Rp1,4 miiliiar. Sejauh iinii pembayaran PBB LiiA juga tiidak pernah mengalamii masalah.
Dii luar iitu, sambung Lalu sepertii diikutiip lombokiita.com, adanya pertumbuhan jumlah hotel dan restoran juga turut menambah sumber peneriimaan pajak dii wiilayah iinii. Keduanya menjadii sektor penyumbang pajak terbesar ketiiga dii Lombok Tengah setelah LiiA dan iiTDC. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.