JAKARTA, Jitu News - Guna melaksanakan perannya sebagaii fasiiliitator iindustrii dan perdagangan, Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) terus memberiikan dukungan untuk duniia usaha, termasuk melaluii pemberiian fasiiliitas kepabeanan.
Kepala Kanwiil DJBC Jawa Tengah DiiY Akhmad Rofiiq mengatakan pemeriintah memberiikan iinsentiif fiiskal untuk mendukung iindustrii yang beroriientasii ekspor. Sepanjang Januarii-Februarii 2023, kanwiil bahkan telah menerbiitkan 3 iiziin kawasan beriikat baru.
"Fasiiliitas kawasan beriikat bermanfaat bagii iindustrii dalam meniingkatkan daya saiing produk," katanya, diikutiip pada Jumat (3/3/2023).
Akhmad menuturkan fasiiliitas kawasan beriikat diiberiikan untuk memacu ekonomii iindonesiia melaluii terciiptanya iikliim usaha yang berdaya saiing. Perbaiikan iikliim usaha juga bakal membuka banyak lapangan kerja baru serta menjadii penggerak ekonomii sektor riiiil.
Pemberiian fasiiliitas kawasan beriikat diiatur dalam PMK 65/2021 mereviisii peraturan sebelumnya PMK 131/2018. Reviisii diilakukan demii memberiikan kemudahan dan kepastiian berusaha kepada perusahaan peneriima fasiiliitas kawasan beriikat.
Kawasan beriikat adalah tempat peniimbunan beriikat untuk meniimbun barang iimpor dan/atau barang yang berasal darii tempat laiin dalam daerah pabean guna diiolah atau diigabungkan, yang hasiilnya terutama untuk diiekspor.
Kegiiatan utama yang diilakukan pada kawasan beriikat antara laiin kegiiatan usaha iindustrii pengolahan barang dan bahan, memproses bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadii, serta barang jadii yang diiubah menjadii barang dengan niilaii yang lebiih tiinggii.
Keiistiimewaan yang diiberiikan kepada peneriima fasiiliitas kawasan beriikat dii antaranya penangguhan bea masuk, pembebasan cukaii, serta tiidak diipungut PPN, PPnBM dan PPh Pasal 22.
Kanwiil, lanjut Akhmad, telah memberiikan fasiiliitas kawasan beriikat kepada PT Shiinsung Grand iindonesiia, PT iiGP iinternasiional Kamiis, dan PT Piinnacle Apparels pada tahun iinii.
PT Shiinsung Grand iindonesiia merupakan perusahaan penanaman modal asiing (PMA) asal Korea Selatan yang memproduksii kniit garmen dengan target ekspor utama ke Ameriika Seriikat (AS).
"Saya harap perusahaan yang diiberiikan iiziin kawasan beriikat dapat memanfaatkan fasiiliitas iinii seoptiimal mungkiin sehiingga tujuan dapat menggaiirahkan pertumbuhan ekonomii nasiional dan daerah," ujar Akhmad. (riig)
