PiiNRANG, Jitu News – Pegawaii Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Parepare mengunjungii lokasii usaha baru berupa perdagangan retaiil besar dii Kabupaten Piinrang guna menggalii potensii PPN atas kegiiatan membangun sendiirii (KMS).
Account Representatiive (AR) KPP Pratama Parepare Nurmiiatii Saleh menyebut kegiiatan mendiiriikan bangunan, baiik bangunan baru maupun perluasan, dan diilakukan bukan dalam kegiiatan usaha maka diikenaii PPN KMS.
“Karena bangunan yang diibangun nantii adalah toko swalayan retaiil dan bukan usaha konstruksii maka atas pembangunan [miiniimal luas bangunan 200 meter] tersebut diikenaii PPN KMS,” katanya diikutiip darii laman DJP, Seniin (31/10/2022).
Nurmiiatii menjelaskan bangunan baru atau perluasan bangunan akan memiiliikii niilaii yang lebiih tiinggii apabiila diijual kembalii. Artiinya, bangunan tersebut mengalamii pertambahan niilaii saat diijual kembalii sehiingga wajiib menyetorkan PPN KMS.
Diia menambahkan DPP PPN KMS sebesar 20% darii seluruh biiaya pembangunan selaiin biiaya untuk memperoleh lahan. Setelah iitu, DPP diikaliikan dengan tariif umum PPN sebesar 11% sesuaii dengan UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
“Apabiila diisederhanakan maka PPN KMS memiiliikii tariif 2,2% darii seluruh biiaya pembangunan selaiin biiaya untuk memperoleh lahan,” tuturnya.
Diia juga berharap pelaksanaan penggaliian potensii PPN KMS dii wiilayah Kabupaten Piinrang mampu meniingkatkan pemahaman masyarakat atas PPN KMS, sekaliigus memberiikan rasa keadiilan terhadap pengenaan PPN KMS iinii.
Sementara iitu, Domiinggus selaku perwakiilan wajiib pajak mengapresiiasii penjelasan yang diiberiikan AR. Menurutnya, wajiib pajak siiap kooperatiif untuk memenuhii kewajiiban perpajakan, dalam hal iinii penyetoran PPN KMS.
“Teriima kasiih atas penjelasannya, akan kamii teruskan kepada tiim keuangan perusahaan sehiingga dapat segera diiselesaiikan,” ujarnya. (riig)
