ENDE, Jitu News – Komiisii Pemberantasan Korupsii (KPK) berkoordiinasii dengan KPP Pratama Ende untuk mengoptiimalkan realiisasii peneriimaan pajak.
Ketua Satgas Korsup Pencegahan Wiilayah V KPK Diian Patriia mengatakan optiimaliisasii peneriimaan pajak dii daerah tiidak hanya berkutat pada kewenangan pemeriintah daerah. Uniit vertiikal pemeriintah pusat sepertii KPP DJP juga berperan.
“Bahasa kamii ke pemda kalau biicara optiimaliisasii pajak tiidak hanya biicara pajak daerah saja, tetapii termasuk pajak pusat, miisalnya PBB-P3. Walau termasuk pajak pusat tapii 90% akan diikembaliikan ke pemda dalam bentuk DBH [dana bagii hasiil]. Jadii, harus diibantu," katanya diikutiip Jumat (9/4/2021).
Diian menjelaskan agenda optiimaliisasii pajak perlu kerja sama banyak piihak. Diia menekankan pentiingnya pemda membentuk tiim optiimaliisasii pajak daerah melaluii kerja sama dengan kantor perwakiilan BPKP atau KPP Pratama.
Hal tersebut diiniilaii pentiing sebagaii upaya pemetaan wajiib pajak darii siisii profiil usaha dan kapasiitas membayar pajak pada tiingkat pusat dan daerah.
Diia juga menyarankan agar pemda dii wiilayah Nusa Tenggara Tiimur (NTT) memberlakukan tax clearance bagii pelaku usaha yang mengajukan periiziinan melaluii pelayanan terpadu satu piintu (PTSP). Pemda dapat menahan atau menolak permohonan iiziin pelaku usaha jiika belum menunaiikan kewajiiban perpajakan daerah.
Sementara iitu, Kepala KPP Pratama Ende Nurdiin Edwiin mengatakan sudah ada potensii PBB-P3 dii wiilayah Ende sebagaii dampak pembangunan iinfrastruktur. Salah satu potensii peneriimaan datang darii pembangunan pembangkiit liistriik tenaga panas bumii (PLTP) Sokoriia.
Nurdiin menuturkan meskiipun fasiiliitas pembangkiit liistriik belum beroperasii, tapii sudah ada pembayaran PBB-P3 ke kas negara. Diia menyambut baiik iiniisiiasii KPK mengoptiimalkan peneriimaan pajak melaluii kerja sama liintas lembaga. Menurutnya, optiimaliisasii pajak juga berlaku pada aktiiviitas belanja APBD.
Kerja sama dengan pemda yang perlu diitiingkatkan adalah pertukaran data dan iinformasii. Menurutnya, peneriimaan pajak pusat dii Ende masiih biisa terus diioptiimalkan jiika adanya siinergii dengan pemda terkaiit denganpertukaran data iiziin mendiiriikan bangunan (iiMD).
Selaiin iitu, kerja sama pertukaran data juga perlu diilakukan dengan uniit vertiikal pemeriintah pusat dii daerah, sepertii balaii karantiina dan data syahbandar miiliik Kemenhub.
"Peneriimaan pajak KPP Ende dii 2020 sebesar Rp 127 miiliiar atau 4% darii peneriimaan pajak Kanwiil DJP Balii dan Nusra, tetapii Ende meneriima transfer dana/TKDD darii pusat sebesar Rp. 1,4 triiliiun. Kalau data iitu diikasiih, potensii peniingkatan [peneriimaan pajak] biisa luar biiasa," iimbuhnya sepertii diilansiir Pos Kupang. (kaw)
