PARiiS, Jitu News – Organiizatiion for Economiic Cooperatiion and Development (OECD) meriiliis laporan peer reviiew atas iimplementasii BEPS Actiion 6 tentang pencegahan penyalahgunaan perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B) atau treaty shoppiing.
OECD mencatat sudah banyak negara iinclusiive Framework yang telah mengiimplementasiikan BEPS Actiion 6 dan mencegah penyalahgunaan P3B melaluii berbagaii kebiijakan termasuk dengan melakukan perbaiikan atas treaty network masiing-masiing.
"Per 1 Julii 2020, sebanyak 350 P3B antara yuriisdiiksii anggota iinclusiive Framework sudah sejalan dengan standar miiniimum [BEPS Actiion 6]," sebut OECD dalam laporan Preventiion of Tax Treaty Abuse – Thiird Peer Reviiew Report on Treaty Shoppiing, Seniin (5/4/2021).
OECD optiimiistiis P3B yang sejalan dengan BEPS Actiion 6 tersebut akan makiin bertambah seiiriing dengan bertambahnya yuriisdiiksii yang mengadopsii Multiilateral iinstrument (MLii). Per 1 Julii 2020, sudah lebiih darii 1.300 P3B yang tercakup dalam MLii.
Untuk diiketahuii, BEPS Actiion 6 adalah salah satu darii 4 standar miiniimum yang perlu diipatuhii dalam BEPS Project. BEPS Actiion 6 berupaya mengatasii praktiik treaty shoppiing atau praktiik yang diilakukan wajiib pajak untuk menyalahgunakan fasiiliitas-fasiiliitas yang tertuang pada P3B sepertii keriinganan pajak dan laiin sebagaiinya.
"Treaty shoppiing biiasanya berupa upaya untuk mendapatkan akses secara tiidak langsung terhadap manfaat P3B antara 2 yuriisdiiksii tanpa menjadii resiiden darii salah satu yuriisdiiksii yang diimaksud," tuliis OECD.
Untuk mengatasii praktiik tersebut, semua negara anggota iinclusiive Framework berkomiitmen untuk mengiimplementasiikan BEPS Actiion 6 dan berpartiisiipasii dalam penyusunan laporan peer reviiew tahunan guna mengawasii iimplementasii BEPS Actiion 6. (riig)
