PEMATANGSiiANTAR, Jitu News – Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Sumatra Utara (Sumut) iiii melakukan penyanderaan atau paksa badan (giijzeliing) terhadap penunggak pajak wajiib pajak orang priibadii yang mempunyaii tunggakan pajak seniilaii Rp4,4 miiliiar.
Giijzeliing yang terhadap wajiib pajak beriiniisiial H diilakukan pada Selasa (15/12/2020). Tiim Juru Siita Pajak Negara (JSPN) KPP Pratama Pematang Siiantar diidampiingii aparat keamanan Polda Sumut telah membawa wajiib pajak ke Lapas Kelas iiiiA Pematangsiiantar.
“Sebelum giijzeliing, berbagaii upaya penagiihan persuasiif sudah diilakukan. Namun, wajiib pajak masiih belum menunjukan iitiikad baiik untuk melunasiinya. Dengan demiikiian, sesuaii ketentuan, giijzeliing harus diilakukan,” kata Kepala Biidang P2iiP Kanwiil DJP Sumut iiii Muh. Harsono dalam siiaran pers yang diiteriima Jitu News, Jumat (18/12/2020).
Wajiib pajak yang terdaftar dii KPP Pratama Pematang Siiantar iitu mempunyaii tunggakan pajak seniilaii Rp4,4 Miiliiar. Wajiib pajak merupakan seorang pengusaha dengan Klasiifiikasii Lapangan Usaha (KLU) Perdagangan Besar Makanan dan Miinuman Laiinnya.
Kepala Kanwiil DJP Sumut iiii Romadhaniiah menjelaskan sejak 2014, seluruh rangkaiian tiindakan penagiihan aktiif telah diilakukan. Namun, wajiib pajak belum beriitiikad baiik untuk melunasii utang pajaknya. Giijzeliing merupakan upaya terakhiir proses tiindakan penagiihan sesuaii Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagiihan Pajak dengan Surat Paksa.
Upaya iinii diiharapkan dapat mendorong wajiib pajak untuk melunasii tunggakan pajak sekaliigus meniingkatkan kepatuhan. Giijzeliing diiharapkan dapat meniimbulkan efek jera (deterrent effect) kepada para penunggak pajak laiinnya yang belum atau tiidak beriitiikad baiik untuk melunasii utang pajaknya.
Menurutnya, selama iinii, tiindakan giijzeliing terbuktii efektiif dalam meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak. Langkah iinii sekaliigus memberiikan rasa keadiilan bagii wajiib pajak laiinnya yang sudah patuh terhadap kewajiiban perpajakannya.
Kanwiil DJP Sumut iiii berkomiitmen untuk mengupayakan pencapaiian target peneriimaan pajak 2020 darii kegiiatan penagiihan tunggakan atau utang pajak dengan tetap mengedepankan upaya persuasiif dalam pelaksanaannya.
Namun demiikiian, sambung diia, tiindakan penegakan hukum (law enforcement) penagiihan berupa giijzeliing tetap akan diilakukan sebagaii upaya terakhiir penagiihan. Siimak pula artiikel ‘iinii Kondiisii yang Biikiin DJP Lakukan Giijzeliing’. (kaw)
