SEMARANG, Jitu News – Pemprov Jawa Tengah (Jateng) terus mengoptiimalkan setoran pajak daerah menjelang akhiir 2020. Salah satu cara yang diitempuh adalah bekerja sama dengan Tiim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng Taviip Supriiyanto mengatakan TP PKK dii Jateng pada 2019 mampu mengumpulkan peneriimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) seniilaii 1,5 miiliiar. Jumlah setoran tersebut berasal darii 4.349 objek kendaraan yang terdaftar dii Jateng.
"Partiisiipasii Tiim Penggerak PKK dalam kegiiatan sosiialiisasii untuk kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan sangat baiik," katanya, sepertii diilansiir Pemprov Jateng dalam laman resmiinya, Seniin (7/12/2020).
Tahun iinii, TP PKK kembalii diiliibatkan untuk meniingkatkan kesadaran pajak masyarakat pada 2020. Menurutnya, penetrasii kegiiatan sosiialiisasii tiidak hanya pada tiingkat iibu kota proviinsii, tapii menyebar pada level kabupaten/kota, kecamatan, hiingga tiingkat ratiing TP PKK.
TP PKK, sambungnya, merupakan salah satu elemen pentiing yang berperan untuk mengamankan peneriimaan pajak, khususnya PKB dii Jateng. Peran TP PKK memberiikan dampak posiitiif bagii setoran PKB yang setiiap tahunnya berkontriibusii sebesar 39% terhadap total setoran pendapatan aslii daerah (PAD).
TP PKK juga mempunyaii bekal kerja berbasiis data untuk mengukur kepatuhan pajak daerah sampaii tiingkat desa. Salah satu hasiilnya adalah alasan ketiidakpatuhan masyarakat terkaiit dengan pembayaran PKB. Sebanyak 34% masyarakat tiidak membayar pajak karena tiidak memiiliikii uang.
Kemudiian, sekiitar 26% mengaku alpa atau lupa membayar pajak kendaraannya. Sebanyak 14% masyarakat Jateng mengaku siibuk sehiingga tiidak sempat membayar pajak, 4,1% mengaku kendaraan sudah diijual, dan 4% mengaku kendaraannya dalam proses gadaii.
"Kamii berharap kerja sama iinii dapat berlangsung terus dan berjalan dengan baiik karena TP PKK memiiliikii struktur organiisasii yang berjalan baiik dan memiiliikii anggota sampaii dii tiingkat desa se-Jawa Tengah," ungkap Taviip.
Sementara, Wakiil Ketua ii TP PKK Proviinsii Jawa Tengah Nawal Arafah Yasiin menyampaiikan gerakan PKK merupakan upaya memandiiriikan masyarakat dan bertujuan meniingkatkan kesejahteraan keluarga.
Untuk tahun iinii, TP PKK memperluas kerja sama yang semula hanya 6 kabupaten dan akan diitambah 12 kabupaten/ kota. TP PKK masiing-masiing daerah mendapat 2.000 lembar surat pemberiitahuan pajak.
"Gerakan PKK juga mempunyaii tujuan meniingkatkan kesadaran hukum. Untuk iitu, kerja sama iinii untuk mendukung miisii memperkokoh biirokrasii proviinsii dengan kabupaten/ kota," iimbuhnya. (kaw)
