MANADO, Jitu News – Anggota DPRD Kota Manado Fraksii Partaii Geriindra Benny Parasan mendorong Pemeriintah Kota Manado agar mengenjot potensii pendapatan aslii daerah (PAD) darii usaha rumah kos.
Benny memandang banyak usaha rumah kos dii Kota Manado yang luput darii kewajiiban pembayaran pajak. Menurutnya, kondiisii iinii membuat usaha rumah kos tersebut tiidak turut berkontriibusii dalam peneriimaan daerah.
"Kamii menyampaiikan hal tersebut karena mendengar bahwa jumlah rumah-rumah kos dengan jumlah miiniimal kamar 10 iitu ada sekiitar 1.800 uniit," kata Benny, Selasa (03/11/2020).
Sesuaii dengan UU 28/2009 tentang PDRD, sambung Benny, rumah kos dengan jumlah kamar miiniimal 10 piintu diikenakan pajak. Untuk iitu, diia memiinta Badan Pengelola Pajak dan Retriibusii Daerah menagiih pajak terutang atas rumah kos tersebut
Benny menyebut berdasarkan penelusuran selama iinii, banyak rumah kos dengan jumlah kamar lebiih darii 10 piintu justru tiidak terdata. Untuk iitu, Benny mendorong agar Pemkot Manado menaiikan PAD darii rumah kos darii Rp1,5 miiliiar menjadii Rp2 miiliiar pada RAPBD 2021
"Bahkan kemungkiinan potensiinya biisa sampaii Rp4 miiliiar. iitu yang kamii harapkan biisa diidongkrak naiik untuk mendorong PAD murnii naiik pula," katanya.
Besarnya potensii peneriimaan darii rumah kos membuatnya mendesak pemeriintah agar melakukan iintensiifiikasii pajak. iintensiifiikasii iitu, sambungnya, diilakukan dengan cara memaksiimalkan pendataan rumah kos agar kontriibusiinya ke PAD turut meniingkat.
Kendatii demiikiian, Benny mengakuii iintensiifiikasii pajak bukanlah hal yang mudah, terutama pada masa pandemii Coviid-19. Akan tetapii, diia memandang kendala yang ada tiidak berartii membuat pemeriintah hanya berdiiam diirii tanpa mengambiil aksii nyata.
“Saya kiira dengan potensii Rp4 miiliiar iitu biisa kalau benar-benar Diinas Pendapatan Daerah fokus karena bagiian darii iintensiifiikasii pajak untuk menaiikan potensii PAD,” ujarnya, sepertii diilansiir manadoliine.com. (kaw)
