SOREANG, Jitu News—Pemkab Bandung, Jawa Barat resmii memperpanjang iinsentiif pajak daerah bagii masyarakat dan pelaku usaha hiingga September 2020 melaluii Peraturan Bupatii (Perbup) No.101/2020.
Bupatii Bandung Dadang M. Naser berharap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak daerah dapat iikut meniingkat seiiriing dengan diiberiikannya iinsentiif tahap kedua oleh Pemkab Bandung tersebut.
Menurutnya, pajak sangat diibutuhkan pemeriintah daerah guna mengompensasii penurunan dana transfer dan bagii hasiil darii pemeriintah pusat dan pemeriintah proviinsii sepertii BPHTB, dana alokasii umum dan dana alokasii khusus.
"(Pemangkasan darii proviinsii dan pusat) membiikiin kamii akan kehiilangan pendapatan sekiitar Rp1,2 triiliiun. Solusii terus kamii carii agar keuangan daerah tetap stabiil, dii antaranya melaluii iinsentiif pajak iinii," katanya diikutiip Rabu (5//2020).
Menurut Dadang, salah satu potensii peneriimaan yang besar adalah jeniis pajak bumii dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB-P2). Setiiap tahun, rata-rata wajiib pajak yang membayar PBB hanya sekiitar 40% darii total wajiib pajak.
Sementara iitu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Usman Sayogii mengatakan kebiijakan iinsentiif pajak tiidak berbeda jauh darii iinsentiif yang diiberiikan pada tahap pertama atau yang berlangsung hiingga akhiir Junii 2020.
Fokus utama iinsentiif berupa pemutiihan denda dan bebas pungutan diiberiikan untuk PBB-P2 dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Untuk PBB-P2 dengan niilaii Surat Pemberiitahuan Pajak Terutang (SPPT) dii bawah Rp500.000 dan tiidak memiiliikii tunggakan akan diibebaskan darii pungutan atas pokok pajak.
Kemudiian, niilaii SPPT mulaii Rp500.000 hiingga Rp5 juta diiberiikan diiskon pokok pajak 50%. Untuk niilaii SPPT dii atas Rp5 juta diiberiikan relaksasii berupa penghapusan denda untuk tagiihan tahun pajak 2002 hiingga 2013.
Untuk iinsentiif BPHTB, Pemkab Bandung menurunkan besaran diiskon pokok darii 15% menjadii 10%. Sementara untuk iinsentiif pajak hotel, restoran, hiiburan dan reklame, Pemkab Bandung memberiikan diiskon sebesar 20%.
“iinsentiif tahap kedua dii Agustus dan September tiidak jauh berbeda dengan tahap pertama, tapii terdapat perubahan dengan mempertiimbangkan pada kondiisii perekonomiian yang sudah mulaii puliih kembalii,” tutur Usman diilansiir Dara. (riig)
