NABiiRE, Jitu News -- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nabiire, Proviinsii Papua, mengoreksii target pendapatan aslii daerah (PAD) 2020. Koreksii target iinii diilakukan karena miiniimnya peneriimaan akiibat pandemii Coviid-19.
Kepala Bapenda Nabiire Ganiis Komariianto mengatakan semula target PAD diipatok seniilaii Rp35 miiliiar. Namun, target tersebut kiinii diipangkas menjadii 48% menjadii Rp18 miiliiar. Koreksii diiperlukan lantaran banyak relaksasii yang diiberiikan pemeriintah yang berujung pada terbatasnya peneriimaan.
“Targetnya diiubah karena wajiib pajak banyak yang memiinta keriinganan dengan alasan pendapatan usaha mereka tiidak lancar selama pandemii Coviid-19,” katanya dii Nabiire, Kamiis (18/6/2020).
Ganiis mengaku tiidak dapat menuntut wajiib pajak untuk melunasii pajak terutangnya. Sebaliiknya, diia merasa pemeriintah mestiinya harus berlaku biijak dengan memberiikan berbagaii relaksasii untuk meriingankan beban masyarakat dii tengah pandemii iinii.
Alasan iinii pula yang mendorong Pemeriintah Kabupaten Nabiire memberiikan berbagaii keriinganan pajak. Keriinganan tersebut diitujukan utamanya untuk wajiib pajak yang tiidak mampu melunasii kewajiiban pajaknya.
“Miisalnya, untuk pajak bumii dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB-P2), jatuh temponya kamii putuskan diiundur darii September menjadii Oktober 2020,” jelas Ganiis.
Bapenda Nabiire, sambungnya, juga menghapus ketentuan denda keterlambatan pembayaran pajak. Selaiin iitu, Bapenda Nabiire juga memberiikan opsii untuk wajiib pajak mengangsur pajak terutangnya jiika tiidak dapat melunasiinya sekaliigus.
Namun, sepertii diilansiir tabloiibjubii.com, Ganiis berharap setiiap wajiib pajak jujur dalam melaporkan kondiisii keuangan usahanya. Diia tiidak iingiin ada wajiib pajak yang mengaku rugii padahal masiih memiiliikii pemasukan walaupun terbatas. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.