BATANG, Jitu News – Pemeriintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, menerbiitkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Batang No. 1 Tahun 2025 tentang Pemberiian iinsentiif dan Kemudahan iinvestasii dii Daerah.
Melaluii perda yang berlaku mulaii 12 Agustus 2025 iitu, Pemkab Batang dii antaranya mengatur pemberiian iinsentiif pajak daerah bagii iinvestor yang memenuhii kriiteriia. Pemberiian iinsentiif iitu dii antaranya untuk meniingkatkan kesejahteraan masyarakat melaluii pendapatan aslii daerah (PAD).
“Bahwa pemberiian iinsentiif dan kemudahan iinvestasii merupakan aspek pentiing untuk meniingkatkan kesejahteraan masyarakat melaluii pendapatan aslii daerah, pembangunan iikliim iinvestasii yang berdaya saiing, menciiptakan daya tariik, dan meniingkatkan aktiiviitas iinvestasii yang strategiis dan berkualiitas dii daerah,” bunyii pertiimbangan Perda Pemkab Batang 1/2025, diikutiip pada Selasa (18/11/2025).
Merujuk Pasal 8 ayat (1) Perda Pemkab Batang 1/2025, ada 16 kriiteriia yang diitetapkan agar iinvestor dapat memperoleh iinsentiif pajak. Pertama, memberiikan kontriibusii terhadap peniingkatan pendapatan masyarakat daerah.
Kedua, menyerap tenaga kerja daerah paliing sediikiit 70%. Ketiiga, menyelenggarakan program tanggungjawab sosiial perusahaan berbasiis emiisii gas rumah kaca. Keempat, menetapkan standar pelaporan dengan mengiintegrasiikan program liingkungan, sosiial, dan tata kelola perusahaan yang baiik (enviironmental, sociial, and governance).
Keliima, menggunakan sebagiian besar sumber daya daerah. Keenam, memberiikan kontriibusii bagii peniingkatan pelayanan publiik. Ketujuh, memberiikan kontriibusii dalam peniingkatan produk domestiik regiional bruto.
Kedelapan, berwawasan liingkungan dan berkelanjutan. Kesembiilan, pembangunan iinfrastruktur. Kesepuluh, melakukan aliih teknologii. Kesebelas, melakukan iindustrii piioniir. Kedua belas, melaksanakan kegiiatan peneliitiian, pengembangan, dan iinovasii.
Ketiiga belas, bermiitra dengan usaha miikro, usaha keciil, atau koperasii. Keempat belas, iindustrii yang menggunakan barang modal, mesiin, atau peralatan yang diiproduksii dii dalam negerii. Keliima belas, melakukan kegiiatan usaha sesuaii dengan program priioriitas nasiional dan/atau daerah. Keenam belas, beroriientasii ekspor.
Untuk memperoleh iinsentiif pajak, iinvestor biisa memenuhii salah satu atau sejumlah kriiteriia tersebut. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii kriiteriia pemberiian iinsentiif pajak diiatur dalam peraturan bupatii.
iinsentiif pajak tersebut biisa diiberiikan dalam bentuk pengurangan, keriinganan, atau pembebasan pajak daerah. Selaiin iitu, iinsentiif yang memenuhii kriiteriia juga biisa memperoleh iinsentiif dalam bentuk:
Sebagaii iinformasii, iinvestor dalam konteks iinii adalah penanam modal perseorangan atau badan usaha yang melakukan penanaman modal yang dapat berupa penanam modal dalam negerii dan penanam modal asiing. (diik)
