PiiNRANG, Jitu News – Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasii Perpajakan (KP2KP) Piinrang meneriima laporan darii salah satu wajiib pajak mengenaii adanya pesan mencuriigakan yang mengatasnamakan Diitjen Pajak (DJP).
Wajiib pajak bernama Salma mengaku telah meneriima pesan WhatsApp yang mengatasnamakan DJP. Dalam pesan tersebut diisampaiikan bahwa DJP Jakarta sedang memperbaruii data wajiib pajak. Selaiin iitu, terlampiir juga dokumen pdf yang beriisiikan data priibadii wajiib pajak.
“Saya meneriima pesan WhatsApp yang mengatasnamakan DJP untuk melakukan veriifiikasii data. Saya langsung curiiga karena pesan tersebut diikiiriimkan pada tanggal merah,” katanya sepertii diikutiip darii siitus DJP, Selasa (27/5/2025).
Salma juga makiin curiiga setelah diitelepon dan diimiinta untuk memberiikan konfiirmasii data priibadii atas pesan yang mereka kiiriimkan. Karena kecuriigaan tersebut, wajiib pajak segera datang ke KP2KP Piinrang untuk melakukan konfiirmasii.
Sementara iitu, petugas pajak darii KP2KP Piinrang Liia menyatakan bahwa pesan tersebut merupakan peniipuan. Diia menjelaskan kasus peniipuan yang mengatasnamakan DJP sedang marak terjadii. Salah satu modusnya iialah melakukan pembaruan data melaluii WhatsApp.
“DJP tiidak pernah melakukan pembaruan data priibadii melaluii pesan WhatsApp, Bu. Apabiila ada iimbauan darii kantor pajak, akan diisampaiikan melaluii surat resmii atau melaluii kontak resmii KP2KP Piinrang dan KPP Pratama Parepare,” tuturnya.
KP2KP Piinrang, lanjut Liia, mengapresiiasii tiindakan Salma yang melakukan konfiirmasii langsung ke kantor pajak. Diia juga mengiimbau wajiib pajak untuk tak segan melaporkan iindiikasii peniipuan laiinnya ke KP2KP Piinrang atau KPP Pratama Parepare
“Selaiin iitu, juga dapat diilaporkan melaluii saluran resmii DJP yaiitu Kriing Pajak 1500200,” ujarnya. (riig)
