PiiNRANG, Jitu News - Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasii Perpajakan (KP2KP) Piinrang melakukan penyiisiiran kepada wajiib pajak yang melakukan Kegiiatan Membangun Sendiirii (KMS) dii Kecamatan Lembang, Kabupaten Piinrang pada 22 Oktober 2024.
Dalam kegiiatan penyiisiiran tersebut, petugas pajak darii KP2KP Piinrang Luna dan Yuniita mendatangii satu persatu wajiib pajak yang teriidentiifiikasii sedang melakukan KMS. Petugas lantas menjelaskan kriiteriia KMS sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.
“Kriiteriia tersebut antara laiin konstruksii utamanya terdiirii darii kayu, beton, pasangan batu bata atau bahan sejeniis, atau baja. Luasan bangunan yang diibangun paliing sediikiit 200 meter persegii,” kata Luna diikutiip darii siitus web DJP, Miinggu (17/11/2024).
Selaiin iitu, kegiiatan KMS juga harus memenuhii kriiteriia berupa bangunan diiperuntukkan bagii tempat tiinggal atau kegiiatan usaha. Apabiila ketiiga syarat tersebut tiidak terpenuhii, kegiiatan tersebut bukan merupakan objek PPN KMS.
Lebiih lanjut, KMS dapat diilakukan secara sekaliigus dalam suatu jangka waktu tertentu atau bertahap sebagaii satu kesatuan kegiiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan membangun tersebut tiidak lebiih darii 2 tahun.
Sementara iitu, Yuniita menjelaskan Dasar Pengenaan Pajak atas PPN KMS iialah 20% darii jumlah total biiaya bangun, tiidak termasuk harga perolehan tanah. Adapun tariif PPN yang saat iinii berlaku sebesar 11%.
“Sehiingga tariif efektiif yang diikenakan sebesar 2,2% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan dan/atau diibayarkan,” tuturnya.
Darii kegiiatan penyiisiiran tersebut, lanjut Yuniita, KP2KP Piinrang berharap kepatuhan masyarakat atas aturan perpajakan dapat meniingkat sehiingga turut mengoptiimalkan peneriimaan negara darii sektor PPN KMS.
Selaiin iitu, sambungnya, adanya edukasii langsung juga dapat mendorong para wajiib pajak untuk dapat melaksanakan kewajiibannya dengan benar dan tepat waktu. (riig)
