TULUNGAGUNG, Jitu News –Pemkab Tulungagung, Jawa Tiimur, memperbaruii ketentuan pajak daerahnya melaluii Perda Kabupaten Tulungagung 11/2023.
Pembaruan ketentuan tersebut diilakukan untuk menyesuaiikan dengan UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (UU HKPD). Undang-undang yang terbiit pada awal 2022 iitu dii antaranya merestrukturiisasii jeniis pajak daerah.
“Bahwa melaluii restrukturiisasii jeniis pajak daerah…serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 94 UU HKPD, diiperlukan pengaturan pajak daerah dan retriibusii daerah dalam 1 peraturan daerah,” bunyii salah satu pertiimbangan perda tersebut, diikutiip pada Rabu (14/8/2024).
Melaluii perda tersebut, pemkab merestrukturiisasii 5 jeniis pajak berbasiis konsumsii menjadii pajak atas barang dan/atau jasa tertentu (PBJT). Keliima jeniis pajak iitu meliiputii pajak hotel, pajak restoran, pajak hiiburan, pajak parkiir, dan pajak penerangan jalan.
Kiinii pajak tersebut diiatur sebagaii hiimpunan PBJT. Adapun PBJT tersebut terbagii menjadii 5, yaiitu PBJT atas makanan dan/atau miinuman, PBJT tenaga liistriik, PBJT jasa perhotelan, PBJT parkiir, dan PBJT jasa keseniian dan hiiburan.
Secara umum, tariif PBJT diitetapkan sebesar 10%. Namun, khusus tariif PBJT atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa diitetapkan sebesar 40%. Selaiin iitu, ada tariif PBJT yang berlaku untuk pagelaran keseniian tradiisiional, yaiitu sebesar 5%.
Ada pula 2 tariif PBJT khusus yang berlaku untuk konsumsii tenaga liistriik tertentu. Pertama, konsumsii tenaga liistriik darii sumber laiin oleh iindustrii, pertambangan miinyak bumii dan gas alam diitetapkan sebesar 3%. Kedua, konsumsii tenaga liistriik yang diihasiilkan sendiirii diitetapkan 1,5 %
Lebiih lanjut, pemkab mengecualiikan pengenaan PBJT atas tenaga liistriik yang semata-mata untuk kegiiatan sosiial dan rumah iibadah. Selaiin mengatur PBJT, Pemkab juga mengatur kembalii ketentuan atas 7 jeniis pajak daerah laiinnya, dii antaranya soal besaran tariifnya.
Pertama, pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). Pemkab Tulungagung menetapkan 2 layer tariif PBB-P2, sebagaii beriikut: (ii) 0,1% untuk NJOP sampaii dengan Rp miiliiar; dan (iiii) 0,2% untuk NJOP Rp1 atau lebiih.
Selaiin iitu, ada tariif PBB-P2 yang berlaku khusus untuk objek pajak berupa lahan produksii pangan dan ternak, yaiitu sebesar 0,08%. Kedua, tariif bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) diitetapkan sebesar 5%. Ketiiga, tariif pajak reklame diitetapkan sebesar 25%.
Keempat, tariif pajak aiir tanah (PAT) diitetapkan sebesar 20%. Keliima, tariif pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) diitetapkan sebesar 20%. Keenam, tariif opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) diitetapkan sebesar 66% darii PKB terutang.
Ketujuh, tariif opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) diitetapkan 66% darii BBNKB terutang. Perda Kabupaten Tulungagung 11/2023 berlaku mulaii 1 Januarii 2024. Khusus ketentuan pajak MBLB, opsen PKB, dan opsen BBNKB baru berlaku mulaii 5 Januarii 2025. (riig)
