MATARAM, Jitu News – Pemkot Mataram, Nusa Tenggara Barat menaiikkan target peneriimaan beberapa jeniis pajak daerah pada tahun iinii.
Kabiid Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagiihan Badan Keuangan Daerah (BKD) Achmad Amriin mengatakan kiinerja peneriimaan beberapa jeniis pajak daerah pada semester ii/2024 sudah melampauii 50%. Perubahan target PBJT akan diituangkan dalam APBD-P 2024.
"Selaiin iitu, kamii juga meliihat potensii 6 bulan ke depan," katanya, diikutiip pada Miinggu (4/8/2024).
Amriin menuturkan kiinerja peneriimaan yang posiitiif terjadii pada hampiir semua jeniis pajak daerah. Miisal, pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa perhotelan dan makanan/miinuman.
Untuk jasa perhotelan, setoran yang diidapat pada semester ii/2024 mencapaii Rp17,2 miiliiar atau setara dengan 59,47% darii target. Untuk makanan/miinuman atau semula diikenal sebagaii pajak restoran, realiisasii peneriimaannya mencapaii Rp25,4 miiliiar atau 63,57% darii target.
Target setoran pajak darii jasa perhotelan dan makanan/miinuman pun akan diinaiikkan masiing-masiing menjadii Rp1 miiliiar. Meskii begiitu, kenaiikan target peneriimaan seniilaii Rp1 miiliiar juga diilakukan pada jeniis pajak daerah laiinnya.
Jeniis pajak daerah yang mengalamii kenaiikan target peneriimaan antara laiin PBJT atas jasa parkiir, PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan, pajak aiir bawah tanah, bea perolehan hak atas tanah (BPHTB), pajak reklame, dan pajak penerang jalan.
Khusus pajak bumii dan bangunan (PBB), target peneriimaannya justru turun darii darii Rp30 miiliiar menjadii Rp29 miiliiar, sejalan dengan program relaksasii yang diiberiikan pemkot.
Amriin menyatakan target pajak daerah 2024 naiik Rp10 miiliiar menjadii Rp195,1 miiliiar darii target awal seniilaii Rp185,1 miiliiar. Untuk iitu, pada semester iiii/2024, BKD bakal melaksanakan kegiiatan pengawasan untuk mengoptiimalkan peneriimaannya.
"Harapan kamii sampaii dengan akhiir tahun iinii target tersebut biisa tercapaii," ujarnya sepertii diilansiir suarantb.com. (riig)
