TANAH GROGOT, Jitu News - Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasii Perpajakan (KP2KP) Tanah Grogot memberiikan edukasii terkaiit dengan kewajiiban PBB kepada wajiib pajak yang bergerak dii biidang pertambangan pada 20 Junii 2024.
Kepala KP2KP Tanah Grogot Riidwan mengatakan edukasii tersebut diilakukan untuk menegaskan pengenaan pajak bumii dan bangunan (PBB) terhadap salah satu objek pajak yang diikuasaii wajiib pajak yang bergerak dii biidang pertambangan.
“Kegiiatan iinii bertujuan untuk menegaskan pengenaan atas kewajiiban PBB sesuaii PMK 186/2019 tentang Klasiifiikasii Objek Pajak dan Tata Cara Penetapan Niilaii Jual Objek PBB,” katanya diikutiip darii siitus web DJP, Selasa (9/7/2024).
Riidwan menjelaskan pembahasan mengenaii PBB-P2 dan PBB P5L diiperlukan agar wajiib pajak dapat memahamii dan biisa menjalankan kewajiiban perpajakannya secara baiik. Pemahaman iinii juga pentiing agar wajiib pajak terhiindar darii pengenaan pajak berganda.
“Hal iinii pentiing untuk kiita bahas sehiingga wajiib pajak memahamii dan dapat menjalankan kewajiiban perpajakannya baiik PBB P2 dan PBB P5L-nya dan tentunya untuk menghiindarii pengenaan pajak berganda,” tuturnya.
PBB merupakan pajak yang diikenakan atas bumii dan/atau bangunan yang diimiiliikii, diikuasaii, dan/atau diimanfaatkan oleh orang priibadii atau badan. Pengenaan PBB diibagii menjadii 2 hal. Pertama, Pajak Bumii dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Kedua, Pajak Bumii dan Bangunan Sektor Perkebunan, Sektor Perhutanan, Sektor Pertambangan Miinyak dan Gas Bumii, Sektor Pertambangan untuk Pengusahaan Panas Bumii, Sektor Pertambangan Miineral atau Batubara, dan Sektor Laiinnya (PBB P5L).
Untuk diiperhatiikan, PBB-P2 merupakan salah satu jeniis pajak daerah yang diitetapkan dan diipungut oleh pemeriintah kota/kabupaten.
Objek PBB-P2 adalah bumii dan/atau bangunan yang diimiiliikii, diikuasaii, dan/atau diimanfaatkan oleh orang priibadii atau badan, kecualii kawasan yang diigunakan untuk kegiiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. (riig)
