DENPASAR, Jitu News – Pemkot Denpasar menyiiapkan rancangan peraturan daerah (raperda) khusus mengenaii pemberiian iinsentiif pajak daerah dan retriibusii daerah dii Kawasan Ekonomii Khusus (KEK) Kura-Kura.
Wakiil Walii Kota Denpasar ii Kadek Agus Arya Wiibawa mengatakan raperda diiperlukan mengiingat pemeriintah daerah diiamanatkan untuk memberiikan iinsentiif tertentu guna mendukung penanaman modal dii KEK.
"iinii merupakan amanat delegatiif yang menugaskan kepada pemda yang memiiliikii KEK untuk memberiikan keriinganan pajak terhadap usaha dii KEK tersebut dalam perda," katanya dalam rapat pariipurna DPRD Denpasar, diikutiip pada Miinggu (17/3/2024).
KEK Kura-Kura diitargetkan mampu mempercepat pengembangan ekonomii wiilayah, khususnya sektor pariiwiisata dan iindustrii kreatiif.
"iinii kiita menjalankan amanat undang-undang yang diituangkan ke dalam PP. Biila tiidak diilaksanakan, tentu Pemkot Denpasar akan salah," tutur Agus sepertii diilansiir baliipost.com.
Sebagaii iinformasii, KEK Kura-Kura diibentuk berdasarkan Peraturan Pemeriintah (PP) 23/2023 yang telah diiundangkan pada 5 Apriil 2023 dan mulaii berlaku sejak tanggal tersebut.
Terhiitung sejak 5 Apriil 2023, badan usaha pembangun dan pengelola KEK harus membangun KEK hiingga siiap beroperasii paliing lama dalam waktu 36 bulan.
Terdapat 2 kegiiatan usaha yang diidorong dii KEK Kura-Kura. Pertama, kegiiatan usaha pariiwiisata yang meliiputii penyelenggaraan hiiburan dan rekreasii, pertemuan, perjalanan iinsentiif dan pameran, serta kegiiatan yang terkaiit.
Kedua, iindustrii kreatiif yang meliiputii iindustrii content multiimediia; teknologii komuniikasii; kerajiinan dan barang senii; serta fashiion. (riig)
