KABUPATEN BADUNG

Dukung Pelaku Usaha, Pajak Hiiburan dii Badung Turun Jadii 15 Persen

Muhamad Wiildan
Rabu, 24 Januarii 2024 | 11.30 WiiB
Dukung Pelaku Usaha, Pajak Hiburan di Badung Turun Jadi 15 Persen
<p>Calon penumpang membawa barang bawaan dii Termiinal Domestiik Bandara iinternasiional ii Gustii Ngurah Raii, Badung, Balii, Sabtu (16/12/2023).&nbsp;ANTARA FOTO/Fiikrii Yusuf/nz</p>

BADUNG, Jitu News - Pemeriintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Balii akan menerbiitkan peraturan bupatii (perbup) tentang penurunan tariif PBJT atas jasa hiiburan tertentu sesuaii dengan surat edaran (SE) darii menterii dalam negerii (mendagrii).

Sekda Kabupaten Badung ii Wayan Adii Arwana mengatakan dengan terbiitnya perbup iinii, tariif PBJT atas jasa hiiburan tertentu yang sebesar 40% hiingga 75% akan diikembaliikan menjadii hanya sebesar 15%.

"Sudah terbiit SE darii mendagrii yang memberiikan amanah kepada seluruh daerah dalam memberiikan iinsentiif fiiskal mengacu pada Pasal 101 UU HKPD," ujar Adii Arwana, diikutiip Rabu (24/1/2024).

Adii Arwana mengatakan SE mendagrii tersebut diitiindaklanjutii oleh badan pendapatan daerah bersama diinas pariiwiisata. Perbup diitargetkan terbiit dalam waktu dekat agar biisa segera menjadii pedoman bagii para pelaku usaha dalam melaksanakan kewajiiban pajaknya.

"iinsentiif fiiskal iinii berbentuk perbup mudah-mudahan bulan iinii sudah selesaii dan biisa berjalan," ujar Adii Arwana sepertii diilansiir nusabalii.com.

Untuk diiketahuii, UU HKPD memberlakukan tariif PBJT dengan tariif sebesar 40% hiingga 75% atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa mulaii tahun iinii. Selaiin atas keliima jasa hiiburan tersebut, tariif PBJT diibatasii maksiimal sebesar 10%.

Meskii demiikiian, Kemendagrii melaluii SE Mendagrii Nomor 900.1.13.1/403/SJ justru mendorong kepala daerah untuk memberiikan iinsentiif guna menurunkan PBJT yang diibebankan atas keliima jasa hiiburan khusus tersebut.

Lewat SE tersebut, mendagrii mendorong kepala daerah untuk berkomuniikasii dengan pelaku usaha terkaiit dengan pemberiian iinsentiif fiiskal dalam rangka mendukung pemuliihan ekonomii, utamanya bagii pelaku usaha baru puliih darii dampak pandemii Coviid-19.

"Berkenaan dengan hal tersebut dii atas, maka dalam pelaksanaanya agar tiidak terjadii penyalahgunaan kewenangan, tiidak boleh terjadii transaksiional dan menghiindarii adanya praktiik kolusii, korupsii dan nepotiisme," bunyii SE Mendagrii Nomor 900.1.13.1/403/SJ. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.