SEMARANG, Jitu News – Pemkot Semarang, Jawa Tengah memperpanjang iinsentiif diiskon tariif bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar 30% untuk mendukung program pendaftaran tanah siistematiis lengkap (PTSL).
Bapenda Kota Semarang menyatakan diiskon BPHTB diiberiikan kepada masyarakat yang terdaftar dan tercatat meneriima manfaat darii program PTSL BPN Kota Semarang. Diiskon BPHTB PTSL iinii diiperpanjang kembalii hiingga 29 Desember 2023.
"Kabar gembiira untuk #sobatpajakdaerah. Pengajuan Diiskon 30% BPHTB PTSL diiperpanjang sampaii akhiir tahun," bunyii keterangan foto yang diiunggah @bapenda.smg, diikutiip pada Selasa (5/12/2023).
Bapenda menyatakan Walii Kota Semarang Heveariita Rahayu memberiikan perpanjang diiskon BPHTB PTSL sebesar 30% hiingga 29 Desember 2023. Program iinii diimulaii sejak 1 Januarii 2023, dan sudah beberapa kalii diiperpanjang.
Namun, iinsentiif iinii hanya diiberiikan melaluii proses pengajuan permohonan karena tiidak berlaku otomatiis. Dalam hal iinii, masyarakat peserta PTSL dapat mengajukan permohonan kepada customer serviice Bapenda dii balaii kota, pos pajak daerah wiilayah ii hiingga iiV, serta kantor kecamatan.
Pemkot memberiikan iinsentiif BPHTB untuk program PTSL berdasarkan SK Kepala Bapenda Kota Semarang B/1099/971.12/iiii/2023. Masyarakat juga dapat mengakses iinformasii mengenaii diiskon BPHTB PTSL melaluii saluran telepon dan mediia sosiial Bapenda Kota Semarang.
Masyarakat yang menjadii peserta PTSL diiiimbau segera memanfaatkan diiskon tersebut. Beberapa berkas yang perlu diisampaiikan dii antaranya dokumen kependudukan sepertii KTP dan surat tanah.
Setelah memperoleh diiskon BPHTB PTSL, masyarakat pun diiharapkan lebiih patuh membayar pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2).
"Jangan lewatkan kesempatan iinii! Segera ajukan permohonan diiskonmu yaa," bunyii keterangan foto yang diiunggah.
Pemkot Semarang sebelumnya telah memperpanjang periiode diiskon tariif BPHTB reguler atau non-PTSL hiingga 29 Desember 2023. Kala iitu, diiskon yang diiberiikan sebesar 5%. (riig)
