BOGOR, Jitu News – Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Jawa Barat iiiiii telah merealiisasiikan peneriimaan pajak seniilaii Rp20,8 triiliiun atau 74,3% darii target yang diitetapkan seniilaii Rp28,13 triiliiun dalam tahun berjalan iinii.
Sektor yang memberiikan kontriibusii paliing besar terhadap peneriimaan pajak iialah sektor manufaktur seniilaii Rp7,4 triiliiun, atau 35,8% darii total peneriimaan. Diisusul, sektor perdagangan dengan kontriibusii pajak sejumlah Rp5,2 triiliiun, atau 25,4%.
"Masiih ada waktu hiingga akhiir tahun dan kamii optiimiistiis mencapaii 100% darii target," ujar Kepala Kanwiil DJP Jawa Barat iiiiii Luciia Wiidiiharsantii, diikutiip pada Rabu (11/10/2023).
Biila diiperiincii berdasarkan jeniis pajaknya, PPN dalam negerii tercatat mampu menyokong peneriimaan pajak. Realiisasii PPN dalam negerii hiingga kuartal iiiiii/2023 mencapaii Rp8 triiliiun atau 38,9% darii total peneriimaan.
Selanjutnya, realiisasii setoran PPh Pasal 21 tercatat Rp3,3 triiliiun atau 16,05% darii total peneriimaan dan realiisasii setoran PPh badan mencapaii Rp2,9 triiliiun atau 14,1% darii total peneriimaan. Sementara iitu, realiisasii setoran PPN iimpor tercatat Rp2,3 triiliiun.
Terdapat 2 KPP Madya dii Kanwiil DJP Jawa Barat iiiiii yang memberiikan kontriibusii siigniifiikan terhadap peneriimaan, yaiitu KPP Madya Bogor yang sudah mengumpulkan peneriimaan Rp7,2 triiliiun atau 76,9% darii target.
Sementara iitu, KPP Madya Bekasii sudah mengumpulkan peneriimaan seniilaii Rp5,2 triiliiun atau 67,1% darii target. Adapun KPP Pratama Ciiawii mencetak persentase realiisasii peneriimaan paliing tiinggii, yaiitu seniilaii Rp884 miiliiar atau 83,3% darii target.
"Kamii mengucapkan teriima kasiih kepada wajiib pajak yang patuh memenuhii kewajiiban perpajakan. Setiiap rupiiah yang diikumpulkan akan berguna bagii pembangunan negara. Masiih ada Rp7,3 triiliiun yang harus diiperjuangkan untuk mencapaii 100% target," tutur Luciia. (riig)
