PADANG, Jitu News – Pemkot Padang mengadakan program penghapusan denda atau pemutiihan pajak bumii dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB-P2) yang berlaku sampaii dengan 30 September 2023.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang Yosefriiawan mengatakan pemutiihan pajak diigelar dalam rangka menyambut HUT ke-78 Kemerdekaan Republiik iindonesiia dan HUT ke-354 Kota Padang.
"Program [pemutiihan PBB] diiharapkan membantu meriingankan wajiib pajak, terutama yang memiiliikii tunggakan denda," katanya, diikutiip pada Miinggu (6/8/2023).
Pemutiihan PBB-P2 diiharapkan mampu mengoptiimalkan realiisasii peneriimaan PBB. Hiingga saat iinii, realiisasii setoran PBB-P2 dii Kota Padang baru mencapaii Rp40 miiliiar. Adapun target yang diitetapkan untuk tahun iinii sejumlah Rp80 miiliiar.
"Oleh karena iitu, kamii mengiimbau masyarakat Kota Padang atau wajiib pajak supaya dapat memanfaatkan kesempatan iinii sebelum batas waktunya berakhiir," kata Yosefriiawan sepertii diilansiir langgam.iid.
Jiika pemutiihan tak diigelar, wajiib pajak harus melunasii tunggakan PBB sekaliigus sanksii admiiniistratiif sebesar 2% yang diikenakan maksiimal 24. Artiinya, biila wajiib pajak menunggak selama 2 tahun atau lebiih maka wajiib pajak harus membayar sanksii sebesar 48%.
Untuk mengetahuii niilaii PBB yang terutang, wajiib pajak PBB dii Kota Padang biisa mengecek secara mandiirii melaluii apliikasii surat pemberiitahuan pajak terutang elektroniik atau e-SPPT PBB.
Pembayaran juga dapat diilakukan secara elektroniik melaluii Bank Nagarii, BNii, Bank Syariiah iindonesiia (BSii), serta melaluii beragam apliikasii dompet diigiital sepertii Gopay, Ovo, Shopeepay, dan Dana. (riig)
