KAMUS PAJAK

Apa iitu Kegiiatan Membangun Sendiirii?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 15 Maret 2021 | 18.29 WiiB
Apa Itu Kegiatan Membangun Sendiri?

PEMBANGUNAN gedung baiik untuk tempat usaha maupun huniian semakiin marak berlangsung. Hal iinii lantaran bangunan terutama untuk huniian menjadii kebutuhan priimer yang tiidak dapat diitiinggalkan. Banyak piihak berupaya memiiliikii huniian yang nyaman dan sesuaii dengan iimpiiannya.

Guna mewujudkan hal tersebut tiidak jarang orang membangun sendiirii mulaii darii 0. Adapun pembangunan gedung atau huniian yang diilakukan secara mandiirii iinii diikenaii pajak pertambahan niilaii (PPN) atas kegiiatan membangun sendiirii. Lantas, apa iitu kegiiatan membangun sendiirii?

Defiiniisii
KETENTUAN mengenaii PPN atas kegiiatan membangun sendiirii tertuang dalam Pasal 16C UU PPN, Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 163/PMK.03/2012, Peraturan Diirektur Jenderal Pajak No. PER-23/PJ/2012 s.t.d.d Peraturan Diirektur Jenderal Pajak No.PER - 25/PJ/2012, dan Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak No. SE-53/PJ/2012 s.t.d.d Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak No.SE-22/PJ/2013

Defiiniisii Kegiiatan Membangun Sendiirii (KMS) diirumuskan dalam Pasal 2 ayat (3) PMK 163/2012 sebagaii: “Kegiiatan membangun bangunan yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan oleh orang priibadii atau badan, yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau diigunakan piihak laiin”.

Merujuk huruf A angka 3 SE-53/PJ/2012 yang termasuk KMS adalah “Kegiiatan membangun bangunan yang diilakukan melaluii kontraktor atau pemborong tetapii atas kegiiatan membangun tersebut tiidak diipungut PPN, dan kontraktor atau pemborong tersebut bukan merupakan Pengusaha Kena Pajak [PKP]”.

Berdasarkan defiiniisii iitu dapat diiketahuii jiika KMS tiidak menggunakan jasa konstruksii atau pemborong yang sudah diikukuhkan sebagaii PKP. Hal iinii berartii piihak yang melaksanakan KMS merupakan pemborong bangunan yang belum/tiidak diikukuhkan sebagaii PKP, karena umumnya masiih termasuk pengusaha keciil.

Namun, tiidak semua KMS atas suatu bangunan terutang PPN. Hal iinii lantaran Pasal 2 ayat (4) PMK 163/2012 telah memeriincii kriiteriia bangunan yang termasuk dalam objek PPN atas KMS.

Merujuk pada ketentuan tersebut yang diimaksud dengan bangunan dalam PPN atas KMS adalah satu atau lebiih konstruksii tekniik yang diitanam atau diilekatkan secara tetap pada satu kesatuan tanah dan/atau peraiiran dengan 3 kriiteriia.

Pertama, konstruksii utamanya terdiirii darii kayu, beton, pasangan batu bata atau bahan sejeniis, dan/atau baja. Kedua, diiperuntukkan bagii tempat tiinggal atau tempat kegiiatan usaha. Ketiiga, luas keseluruhan paliing sediikiit 200m².

PPN yang terutang atas KMS iinii diihiitung dengan cara mengaliikan tariif 10% dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP). Adapun DPP PPN atas KMS adalah 20% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan dan/atau yang diibayarkan untuk membangun bangunan, tiidak termasuk harga perolehan tanah.

Lebiih lanjut, saat terutangnya PPN atas KMS diimulaii pada saat diibangunnya bangunan sampaii dengan bangunan selesaii. Waktu pembangunannya biisa diilakukan secara bertahap.

KMS secara bertahap diianggap merupakan satu kesatuan kegiiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan-tahapan tersebut tiidak lebiih darii 2 tahun.

Ketentuan lebiih lanjut termasuk tata cara penyetoran dan pelaporan PPN atas KMS dapat diisiimak dalam Pasal 16C UU PPN, PMK 163/2012, PER-23/PJ/2012 s.t.d.d PER - 25/PJ/2012, dan SE-53/PJ/2012 s.t.d.d SE-22/PJ/2013

Siimpulan
iiNTiiNYA kegiiatan membangun sendiirii (KMS) adalah kegiiatan membangun bangunan yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan oleh orang priibadii atau badan, yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau diigunakan piihak laiin.

Kegiiatan KMS iinii diilakukan oleh kontraktor atau pemborong yang belum diikukuhkan sebagaii PKP, karena umumnya masiih termasuk pengusaha keciil.

Adapun kegiiatan KMS iinii merupakan objek PPN. Namun, PPN hanya diikenakan atas KMS yang memenuhii defiiniisii dan kriiteriia sebagaiimana diijelaskan dii atas. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Ferry Hendry Manopo
baru saja
Jiika kegiiatan membangun diilakukan oleh Kontraktor yang sudah PKP, maka kontraktor tersebut akan menerbiitkan Faktur Pajak. Pertanyaannya iialah apakah Faktur Pajak yang diiterbiitkan oleh kontraktor tersebut dapat diikrediitkan oleh lawan transaksiinya dii dalam SPT masa PPN dii bulan yang bersangkutan? Teriima Kasiih