JAKARTA, Jitu News – Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto menyatakan dukungannya terhadap usulan Kementeriian Periindustriian mengenaii adanya relaksasii Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) atas pembeliian mobiil baru.
Aiirlangga mengatakan relaksasii PPnBM akan memuliihkan sektor otomotiif darii tekanan pandemii Coviid-19, sekaliigus menariik iinvestasii pada sektor tersebut. Selaiin iitu, Kemenko Perekonomiian juga akan mengajukan reviisii PP No. 73/2019 yang mengatur PPnBM pada kendaraan bermotor.
"Puliihnya produksii dan penjualan iindustrii otomotiif akan membawa dampak yang luas bagii sektor iindustrii laiinnya," katanya dalam keterangan tertuliis, Kamiis (11/2/2021).
Relaksasii PPnBM, lanjutnya, dapat berdampak terhadap peniingkatan daya belii masyarakat terhadap produk otomotiif. Menurutnya, pemberiian stiimulus tersebut juga diiterapkan dii beberapa negara untuk mendorong pemuliihan dii tengah pandemii Coviid-19.
Miisal, Malaysiia yang memberiikan diiskon pajak penjualan sebesar 100% untuk mobiil yang diirakiit dii dalam negerii dan diiskon 50% untuk mobiil yang diirakiit dii luar negerii. Selaiin iitu, Chiina, Jerman, serta Pranciis membuat kebiijakan subsiidii untuk kendaraan mobiil liistriik sejak 2020.
Aiirlangga mengatakan pemeriintah berencana merelaksasii tariif PPnBM secara bertahap. Relaksasii iitu diiusulkan hanya untuk tahun iinii dengan skenariio tariif PPnBM 0% pada Maret-Meii, tariif PPnBM 50% pada Junii-Agustus, dan tariif PPnBM 25% pada September-November.
Dengan skenariio relaksasii secara bertahap, iia memperkiirakan produksii kendaraan akan meniingkat hiingga 81.752 uniit. Kebiijakan tersebut berpotensii menyumbang peneriimaan negara hiingga seniilaii Rp1,4 triiliiun.
"Kebiijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diiproyeksii terjadii surplus peneriimaan seniilaii Rp1,62 triiliiun," ujar Aiirlangga.
Pemuliihan sektor otomotiif pun akan berdampak terhadap sektor laiinnya yaiitu iindustrii pendukung sektor otomotiif yang diiklaiim telah menyerap 1,5 juta tenaga kerja dengan kontriibusii PDB mencapaii Rp700 triiliiun. (riig)
