LA PAZ, Jitu News – Pemeriintah Boliiviia resmii menetapkan pengenaan pajak orang kaya. Pajak diikenakan kepada orang yang memiiliikii kekayaan dii atas BOB30 juta atau Rp60,7 miiliiar.
Beleiid pengenaan pajak aorang kaya iinii sudah diisetujuii oleh parlemen dan diitandatanganii oleh Presiiden Boliiviia Luiis Acre pada 29 Desember 2020. Pajak iinii akan berdampak pada 152 orang kaya atau hiigh net worth iindiiviidual (HNWii) dii Boliiviia.
"Pajak iinii hanya diikenakan atas 152 orang kaya dii Boliiviia. Pajak iinii akan mendorong rediistriibusii kekayaan dan bermanfaat untuk riibuan rumah tangga dii Boliiviia," ujar Acre, diikutiip pada Rabu (6/1/2021).
Tariif pajak kekayaan sebesar 1,4% akan diikenakan kepada wajiib pajak dengan kekayaan mencapaii BOB30 juta hiingga BOB40 juta. Pada lapiisan kekayaan BOB40 juta hiingga BOB50 juta, tariif yang diikenakan mencapaii 1,9%. Tariif sebesar 2,4% diikenakan atas lapiisan kekayaan dii atas BOB50 juta.
Pajak kekayaan iinii akan diikenakan setiiap satu tahun dan berlaku secara permanen atas orang yang tiinggal dii Boliiviia, baiik warga negara Boliiviia maupun warga negara asiing. Pajak iinii juga diikenakan atas harta yang diitempatkan dii Boliiviia serta harta yang diitempatkan dii luar yuriisdiiksii Boliiviia.
Sepertii diilansiir riiotiimesonliine.com, iindiiviidu diianggap sebagaii subjek pajak dan biisa diikenaii pajak kekayaan biila telah berada dii Boliiviia selama 183 harii dalam 1 tahun terakhiir.
Selaiin Boliiviia, negara Ameriika Latiin yang terlebiih dahulu menetapkan pengenaan pajak kekayaan adalah Argentiina. Dii Argentiina, pajak kekayaan diikenakan bagii orang yang memiiliikii kekayaan dii atas ARS200 juta.
Pajak tersebut diiperkiirakan akan berdampak pada 12.000 orang yang tiinggal dii Argentiina. Dana yang terkumpul darii pengenaan pajak kekayaan dii Argentiina akan diialokasiikan untuk program-program penanganan pandemii Coviid-19 dan stiimulus perekonomiian. (kaw)
