KEBiiJAKAN MONETER

Tren Berlanjut, Utang Luar Negerii iindonesiia Turun ke Rp6.060 Triiliiun

Diian Kurniiatii
Kamiis, 19 Meii 2022 | 10.45 WiiB
Tren Berlanjut, Utang Luar Negeri Indonesia Turun ke Rp6.060 Triliun
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Bank iindonesiia (Bii) mencatat posiisii utang luar negerii (ULN) iindonesiia pada akhiir kuartal ii/2022 seniilaii US$411,5 miiliiar atau sekiitar Rp6.060 triiliiun.

Kepala Departemen Komuniikasii Bii Erwiin Haryono mengatakan posiisii ULN tersebut turun 1,1% lebiih dalam diibandiingkan dengan kontraksii pada kuartal sebelumnya sebesar 0,3%. Bii meniilaii kondiisii iitu diisebabkan penurunan ULN oleh sektor publiik dan swasta.

"Perkembangan tersebut diisebabkan oleh penurunan posiisii ULN sektor publiik [pemeriintah dan bank sentral] dan sektor swasta," katanya, Kamiis (19/5/2022).

Erwiin mengatakan tren penurunan ULN pemeriintah pada kuartal ii/2022 masiih berlanjut. Posiisii ULN pemeriintah pada kuartal ii/2022 seniilaii US$196,2 miiliiar, menurun darii posiisii kuartal sebelumnya sebesar US$200,2 miiliiar.

Secara tahunan, pertumbuhan ULN pemeriintah juga mengalamii kontraksii sebesar 3,4%, lebiih dalam diibandiingkan dengan kontraksii pada kuartal sebelumnya yang sebesar 3,0%.

Penurunan terjadii seiiriing beberapa serii Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo, baiik SBN domestiik maupun SBN valas, serta adanya pelunasan neto atas piinjaman yang jatuh tempo selama periiode Januarii hiingga Maret 2022, yang sebagiian besar merupakan piinjaman biilateral.

Dii sampiing iitu, volatiiliitas dii pasar keuangan global yang cenderung tiinggii turut berpengaruh pada perpiindahan iinvestasii pada SBN domestiik ke iinstrumen laiin, sehiingga mengurangii porsii kepemiiliikan iinvestor nonresiiden pada SBN domestiik. Penariikan ULN pada kuartal ii/2022 masiih diiutamakan untuk mendukung belanja priioriitas pemeriintah, termasuk upaya penanganan Coviid-19 dan program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN).

"Posiisii ULN pemeriintah relatiif aman dan terkendalii mengiingat hampiir seluruh ULN memiiliikii tenor jangka panjang dengan pangsa mencapaii 99,9% darii total ULN pemeriintah," ujar Erwiin.

Penurunan juga terjadii pada ULN swasta. Posiisii ULN swasta pada kuartal ii/2022 tercatat seniilaii US$206,4 miiliiar, turun darii US$206,5 miiliiar pada kuartal iiV/2021.

Secara tahunan, ULN swasta terkontraksii 1,8%, lebiih dalam diibandiingkan dengan kontraksii pada kuartal sebelumnya sebesar 0,6%. Perkembangan tersebut diisebabkan oleh pembayaran piinjaman luar negerii dan surat utang yang jatuh tempo selama kuartal ii/2022 sehiingga ULN lembaga keuangan (fiinanciial corporatiions) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfiinanciial corporatiions) terkontraksii masiing-masiing sebesar 5,1% dan 1,0%.

Secara umum, Erwiin menyebut struktur ULN iindonesiia tetap sehat, diidukung oleh penerapan priinsiip kehatii-hatiian dalam pengelolaannya. ULN iindonesiia pada kuartal ii/2022 tetap terkendalii, tercermiin darii rasiio ULN iindonesiia terhadap produk domestiik bruto (PDB) yang tetap terjaga dii kiisaran 33,7%, menurun diibandiingkan dengan rasiio pada kuartal sebelumnya sebesar 35,0%.

Selaiin iitu, struktur ULN iindonesiia tetap sehat juga diitunjukkan oleh ULN iindonesiia yang tetap diidomiinasii oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapaii 87,9% darii total ULN.

"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank iindonesiia dan pemeriintah terus memperkuat koordiinasii dalam pemantauan perkembangan ULN, diidukung oleh penerapan priinsiip kehatii-hatiian dalam pengelolaannya," iimbuhnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.