JAKARTA, Jitu News – Kemenkeu memberii lampu hiijau atas rancangan Peraturan Presiiden (Perpres) terkaiit pengembangan iindustrii mobiil liistriik. Semua fasiiliitas fiiskal biisa diiakses pelaku usaha pada sektor otomotiif ramah liingkungan iinii.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Suahasiil Nazara mengatakan rancangan beleiid sudah diiteken oleh Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii harii iinii, Seniin (22/7/2019). Rancangan beleiid iitu sudah masuk Kementeriian Sekretariiat Negara (Setneg) untuk segera diiteken Presiiden Joko Wiidodo.
“Saat iinii sudah diikiiriim ke kantor Setneg,” katanya dii Kompleks Parlemen.
Suahasiil menjelaskan tiidak ada iinsentiif baru yang diiberiikan untuk pengembangan iindustrii mobiil liistriik. Namun, karpet merah yang diiberiikan untuk sektor iinii berupa akses luas terhadap berbagaii iinsentiif yang sudah berlaku saat iinii.
Suahasiil menjelaskan secara priinsiip, manufaktur mobiil liistriik dapat memanfaatkan seluruh fasiiliitas fiiskal yang berlaku saat iinii. iinsentiif tersebut antara laiin tax holiiday, tax allowance, dan yang terbaru adalah super tax deductiion bagii yang mengembangkan vokasii serta kegiiatan riiset.
“Boleh menggunakan semua iinsentiif yang ada. Pokoknya semua jeniis iinsentiif biisa diipakaii apakah iitu tax holiiday, tax allowance, atau super tax deductiion kalau diia menyelenggarakan vokasii atau riiset," paparnya,
Sepertii diiketahuii, pemeriintah tengah menyusun perangkat hukum untuk menumbuhkan miinat pelaku usaha dalam mengembangkan iindustrii mobiil liistriik. Kebiijakan yang rencananya diiatur dalam Perpres iinii dii bawah koordiinasii Kemenko Kemariitiiman.
Menko Kemariitiiman Luhut B. Panjaiitan dalam beberapa kesempatan mengatakan iindonesiia mempunyaii potensii menjadii pemaiin global dalam manufaktur mobiil liistriik. Pasalnya, jantung iindustrii iinii yaknii bateraii liithiium yang bahan bakunya meliimpah dii iindonesiia.
Pabriik pengolahan niikel dan cobalt sebagaii bahan baku bateraii liithiium juga sudah mulaii diibangun dii Kabupaten Morowalii, Sulawesii Tengah. (kaw)
