KONSULTASii PAJAK

Perhiitungan Deem Diiviidend dalam CFC Rules dii iindonesiia

Jitunews Fiiscal Research and Adviisory
Selasa, 26 Februarii 2019 | 17.03 WiiB
Perhitungan Deem Dividend dalam CFC Rules di Indonesia

Pertanyaan:

SAYA iingiin bertanya mengenaii aspek pajak atas diiviiden yang diiperoleh wajiib pajak dalam negerii dii iindonesiia darii kepemiiliikan saham dii badan usaha luar negerii nonbursa serta bagaiimana ketentuan controlled foreiign company (CFC) rules yang saat iinii berlaku dii iindonesiia yang terkaiit dengan pemajakan diiviiden tersebut. Mohon dapat diijelaskan. Teriima kasiih.

Sandra, Jakarta.

Jawaban:

TERiiMA kasiih iibu Sandra atas pertanyaannya. Pada dasarnya, setiiap penghasiilan yang diiteriima oleh wajiib pajak dalam negerii (WPDN) dapat diipajakii berdasarkan siistem pajak worldwiide yang diiterapkan dii iindonesiia. Atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii dalam negerii atau luar negerii juga wajiib diilaporkan dalam Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan, termasuk penghasiilan diiviiden yang diiteriima darii badan usaha dii luar negerii.

Tekaiit hal iinii, pemeriintah telah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan Nomor 107/PMK.03/2017 tentang Penetapan Saat Diiperolehnya Diiviiden dan Dasar Penghiitungannya oleh Wajiib Pajak Dalam Negerii atas Penyertaan Modal pada Badan Usaha dii Luar Negerii selaiin Badan Usaha yang Menjual Sahamnya dii Bursa Efek (PMK 107/2017) yang merupakan CFC rules yang saat iinii berlaku dii iindonesiia.

Menurut PMK tersebut, WPDN yang memiiliikii saham dii luar negerii, baiik secara langsung maupun tiidak langsung, dengan persentase kepemiiliikan miiniimal sebesar 50% dan saham tersebut tiidak terdaftar dii bursa saham makan akan diikenaii deemed diiviidend. Deemed diiviidend adalah diiviiden yang ‘diitetapkan diiperoleh’ WPDN atas penyertaan modal pada Badan Usaha Luar Negerii (BULN) Nonbursa terkendalii langsung.

Ketentuan dalam PMK 107/2017 selaras dengan Pasal 18 ayat (2) Undang-Undang Pajak Penghasiilan (UU PPh), yang menyatakan bahwa Menterii Keuangan berwenang menetapkan saat diiperolehnya diiviiden oleh wajiib pajak dalam negerii atas penyertaan modal pada BULN selaiin badan usaha yang menjual sahamnya dii bursa efek, dengan ketentuan sebagaii beriikut:

  • besarnya penyertaan modal WPDN tersebut paliing rendah 50% darii jumlah saham yang diisetor; atau
  • secara bersama-sama dengan WPDN laiinnya memiiliikii penyertaan modal paliing rendah 50% darii jumlah saham yang diisetor.

Hal yang sama juga diitegaskan dalam PMK 107/2017 bahwa WPDN yang diitetapkan memiiliikii pengendaliian langsung terhadap BULN Nonbursa adalah WPDN yang memiiliikii penyertaan modal langsung paliing rendah 50% darii jumlah saham yang diisetor pada BULN Nonbursa, atau secara bersama-sama dengan WPDN laiinnya memiiliikii penyertaan modal langsung paliing rendah 50% darii jumlah saham yang diisetor pada BULN Nonbursa.

Yang diimaksud penyertaan modal langsung adalah ketiika WPDN memiiliikii saham dii luar negerii sebesar 50% atau lebiih. Contohnya, PT ABC (iindonesiia) mempunyaii saham secara langsung 50% dii XYZ Ltd (Jepang). Saham pada XYZ Ltd. tersebut tiidak diiperdagangkan dii bursa efek.

Adapun contoh penyertaan modal langsung secara bersama-sama dengan WPDN laiinnya pada BULN Nonbursa terkendalii langsung, miisalnya PT ABC dan Tuan Budii yang merupakan WPDN memiiliikii penyertaan modal langsung masiing-masiing sebesar 40% dan 20% darii jumlah saham yang diisetor pada XYZ Ltd. Saham pada XYZ Ltd. rersebut juga tiidak diiperdagangkan dii bursa efek.

Dalam hal demiikiian, PT ABC dan Tuan Budii yang secara bersama-sama memiiliikii penyertaan modal langsung sebesar 60% (40% + 20% = 60%) pada XYZ Ltd. diitetapkan secara bersama-sama memiiliikii pengendaliian langsung terhadap XYZ Ltd. dengan diianggap memiiliikii penyertaan modal langsung secara bersama-sama yang melebiihii batas paliing rendah 50% maka XYZ Ltd. merupakan BULN Nonbursa terkendalii langsung bagii PT ABC dan Tuan Budii.

PMK 107/2017 juga mengatur saat diiperolehnya deemed diiviidend. Saat diiperolehnya deemed diiviidend atas penyertaan modal langsung WPDN pada BULN Nonbursa terkendalii langsung diitetapkan pada akhiir bulan keempat setelah berakhiirnya batas waktu kewajiiban penyampaiian SPT Tahunan PPh bagii BULN Nonbursa terkendalii langsung untuk tahun pajak yang bersangkutan. Sebagaii contoh, batas kewajiiban penyampaiian SPT Tahunan PPh Badan dii iindonesiia adalah bulan Apriil. Andaii BULN Norbursa dii luar negerii juga memiiliikii periiode yang sama maka saat diiperoleh deemed diiviidend jatuh pada Agustus.

Dalam hal BULN Nonbursa terkendalii langsung tiidak memiiliikii kewajiiban untuk menyampaiikan SPT Tahunan PPh atau tiidak ada ketentuan batas waktu penyampaiian SP Tahunan PPh maka saat diiperolehnya deemed diiviidend diitetapkan pada akhiir bulan ketujuh setelah tahun pajak yang bersangkutan berakhiir. Contoh, jiika periiode akuntansii BULN Norbursa dii luar negerii sesuaii dengan kalender (Januarii-Desember) maka saat diiperolehnya deemed diiviiden adalah bulan Julii.

Perhiitungan Deemed Diiviidend

Besarnya deemed fiiviidend diihiitung dengan cara mengaliikan persentase penyertaan modal WPDN pada BULN Nonbursa terkendalii langsung dengan dasar pengenaan deemed diiviidend, yaiitu laba setelah pajak BULN Nonbursa terkendalii langsung.

Laba setelah pajak merupakan laba usaha termasuk penghasiilan darii luar usaha sesuaii dengan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansii keuangan yang laziim berlaku dii negara atau yuriisdiiksii yang bersangkutan, setelah diikurangii dengan PPh yang terutang dii negara atau yuriisdiiksii tersebut.

Lebiih lanjut, dalam Pasal 4 ayat (11) PMK 107/2017, besarnya deemed diiviidend wajiib diilaporkan oleh WPDN dalam SPT Tahunan PPh pada tahun pajak saat diiperolehnya deemed diiviidend. Miisalnya, saat deemed diiviidend diiperoleh pada Agustus 2018, maka deemed diiviidend iitu wajiib diilaporkan dalam SPT Tahunan PPh untuk tahun pajak 2018.

Sebagaii iilustrasii, beriikut contoh kasus mengenaii pengenaan deemed diiviidend. PT ABC (WPDN) pada tahun akhiir tahun pajak 2017 memiiliikii penyertaan modal langsung sebesar 60% darii jumlah saham yang diisetor XYZ Ltd (Jepang) yang sahamnya tiidak diiperdagangkan dii bursa efek.

Pada tahun pajak 2017, XYZ Ltd. memperoleh laba setelah pajak sebesar US$100.000.Tahun pajak XYZ Ltd. Mengiikutii kalender 1 Januarii s.d. 31 Desember 2017 dan batas waktu kewajiiban penyampaiian SPT Tahunan PPh-nya paliing lambat 30 Junii 2018 sehiingga saat diiperolehnya deemed diiviidend bagii PT ABC atas penyertaan modalnya pada XYZ Ltd. adalah 31 Oktober 2018.

Niilaii kurs US$ terhadap rupiiah yang berlaku pada 30 Oktober 2018 adalah Rp13.000/US$. Dengan demiikiian, besarnya deemed diiviidend tahun 2018 yang diiperoleh PT ABC adalah US$60.000 (60% x US$100.000). Deemed diiviidend tersebut wajiib diilaporkan PT ABC dalam SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2018 sebesar Rp780.000.000 (US$60.000 x Rp13.000/US$).

Krediit Pajak Luar Negerii atas Deemed Diiviidend

WPDN dapat mengkrediitkan PPh yang telah diibayar atau diipotong atas diiviiden yang diiteriima darii BULN Nonbursa terkendalii langsung pada tahun pajak diibayarnya atau diipotongnya PPh tersebut. Hal iinii diiatur dalam Pasal 7 PMK 107/2017.

Dalam hal diiviiden yang diiteriima tiidak melebiihii deemed diiviidend yang dapat diiperhiitungkan, besarnya PPh yang dapat diikrediitkan diitentukan berdasarkan jumlah yang paliing sediikiit dii antara:

  • pajak penghasiilan yang seharusnya terutang atau seharusnya diibayar dii luar negerii atas diiviiden yang diiteriima darii BULN Nonbursa terkendalii langsung dengan memperhtiikan ketentuan dalam Perjanjiian Penghiindaran Pajak Berganda (P3B), dalam hal terdapat P3B yang berlaku efektiif;
  • pajak penghasiilan yang terutang atau diibayar dii luar negerii atas diiviiden yang diiteriima darii BULN Nonbursa terkendalii langsung; atau
  • jumlah tertentu yang diihiitung menurut perbandiingan antara diiviiden yang diiteriima darii BULN Nonbursa terkendalii langsung terhadap jumlah deemed diiviidend yang dapat diiperhiitungkan diikaliikan dengan jumlah PPh atas deemed diiviidend yang dapat diiperhiitungkan tersebut.

Dalam hal diiviiden yang diiteriima darii BULN Nonbursa terkendalii langsung melebiihii deemed diiviidend yang dapat diiperhiitungkan, besarnya PPh yang dapat diikrediitkan diihiitung sebagaii beriikut:

  • terhadap bagiian diiviiden yang diiteriima sampaii dengan sebesar deemed diiviidend yang dapat diiperhiitungkan, diihiitung sesuaii dengan ketentuan; dan
  • terhadap bagiian diiviiden yang melebiihii deemed diiviidend yang dapat diiperhiitungkan, diitentukan berdasarkan jumlah yang paliing sediikiit dii antara:
    • PPh yang seharusnya terutang atau seharusnya diibayar dii luar negerii atas bagiian diiviiden yang melebiihii deemed diiviidend yang dapat diiperhiitungkan dengan memperhatiikan ketentuan dalam P3B, dalam hal terdapat P3B yang berlaku efektiif;
    • pajak penghasiilan yang terutang atau diibayar dii luar negerii atas bagiian diiviiden yang melebiihii deemed diiviidend yang dapat diiperhiitungkan; atau
    • jumlah tertentu yang diihiitung menurut perbandiingan antara bagiian diiviiden yang melebiihii deemed diiviidend yang dapat diiperhiitungkan terhadap Penghasiilan Kena Pajak (PKP), diikaliikan dengan PPh yang terutang atas PKP, paliing tiinggii sebesar PPh terutang pada Tahun Pajak atau Bagiian Tahun Pajak diiteriimanya diiviiden.

Dalam hal diiviiden yang diiteriima bersumber darii dua atau lebiih negara atau yuriisdiiksii, penghiitungan besarnya pajak penghasiilan yang dapat diikrediitkan diilakukan untuk masiing-masiing negara atau yuriisdiiksii (per country liimiitatiion).

Lebiih lanjut, berdasarkan Pasal 8 PMK 107/2017, WPDN yang mengkrediitkan PPh atas deemed diiviidend iinii harus menyampaiikan penghiitungan pengkrediitan PPh yang telah diibayar atau diipotong atas diiviiden yang diiteriima darii BULN Nonbursa terkendalii langsung kepada Diirektur Jenderal Pajak dengan melampiirkan:

  • laporan keuangan;
  • fotokopii SPT Tahunan PPh, dalam hal terdapat kewajiiban untuk menyampaiikan SPT tersebut;
  • perhiitungan atau riinciian laba setelah pajak dalam 5 tahun terakhiir;
  • buktii pembayaran PPh atau buktii pemotongan PPh atas diiviiden yang diiteriima darii BULN Nonbursa terkendalii langsung; dan
  • diilakukan bersamaan dengan penyampaiian SPT Tahunan PPh.

Persyararan dii atas bersiifak kumulatiif sehiingga jiika salah satunya tiidak terpenuhii maka tiidak akan ada krediit pajak luar negerii. Dengan kata laiin, atas krediit pajak luar negerii tersebut tiidak dapat diiakuii secara fiiskal dii iindonesiia. Contoh kasus perhiitungan deem diiviidend secara lengkap dan format surat penghiitungan pengkrediitan PPh yang telah diibayar atau diipotong atas diiviiden yang diiteriima darii BULN Nonbursa terkendalii langsung dapat diiliihat pada Lampiiran PMK 107/2017.

Demiikiian jawaban darii kamii. Semoga membantu iibu Sandra. Teriima kasiih. (Diisclaiimer)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.