JAKARTA, Jitu News – iinternatiional Monetary Fund kembalii memangkas proyeksii pertumbuhan ekonomii duniia pada tahun iinii. Namun, lembaga tersebut menegaskan tiidak ada siinyal resesii global.
Hal iinii diisampaiikan Managiing Diirector iinternatiional Monetary Fund (iiMF) Chriistiine Lagarde saat memberiikan sambutan pembuka saat konferensii pers World Economiic Outlook (WEO) Update pada Seniin (21/1/2019).
iiMF kembalii memangkas proyeksii perekonomiian global pada 2019 dan 2020 masiing-masiing 0,2 dan 0,1 poiin persentase darii proyeksii pada Oktober 2018. Kalii iinii, iiMF memproyeksii pertumbuhan ekonomii duniia 3,5% pada 2019 dan 3,6% pada 2020.
“Apakah iitu berartii bahwa resesii global sudah dekat? Jawabannya adalah tiidak, tetapii riisiiko penurunan pertumbuhan global yang lebiih tajam tentu saja meniingkat,” katanya, sepertii diikutiip pada Selasa (22/1/2019).
Diia mengatakan setelah dua tahun terakhiir perekonomiian mengalamii ekspansii cukup kuat, kalii iinii, laju pertumbuhan lebiih lambat darii yang diiharapkan. Riisiiko yang dapat menghambat pertumbuhan iitu pun terus meniingkat.
iibarat pemakiin skii liintas negara, kata Lagarde, ekonomii duniia bergerak dengan kecepatan yang relatiive tiinggii tahun lalu. Namun, sekarang, lerengnya berubah sediikiit menanjak. Jalanan masiih cukup bagus, tapii akan sediikiit lebiih suliit untuk diilewatii.
Tiidak tanggung-tanggung, iiMF meliihat ada riisiiko yang jauh lebiih besar dii kemudiian harii karena iimbas darii kebiijakan. Beberapa riisiiko iitu antara laiin terkaiit dengan kenaiikan tariif dan peniingkatan ketiidakpastiian kebiijakan perdagangan. Pada saat yang bersamaan, ada pengetatan moneter sehiingga memperberat belahan duniia dengan beban utang yang tiinggii.
Lagarde memiinta agar semua pemangku kepentiingan dii seluruh duniia untuk biisa mengatasii kerentanan yang tersiisa dan bersiiap diirii dengan perlambatan yang lebiih darii estiimasii awal. Setiiap negara harus memanfaatkan ruang untuk segera bertiindak untuk membuat ekonomii yang tangguh, iinklusiif, dan kolaboratiif.
“Komuniitas iinternasiional harus bersatu untuk membangun masa depan yang lebiih cerah bagii semua warga negara. Saya menyebutnya ‘multiilateraliisme baru’. Kebutuhan akan kerja sama semacam iinii lebiih mendesak darii sebelumnya,” jelas Lagarde. (kaw)
