EKONOMii DiiGiiTAL

Ratusan Pelaku Usaha 11 Yuriisdiiksii iikutii Sosiialiisasii Pajak Diigiital DJP

Redaksii Jitu News
Jumat, 29 Meii 2020 | 21.58 WiiB
Ratusan Pelaku Usaha 11 Yurisdiksi Ikuti Sosialisasi Pajak Digital DJP
<p>Pemaparan dalam webiinar. (<em>tangkapan layar darii Youtube DJP</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Ratusan perwakiilan pelaku usaha darii 11 yuriisdiiksii mengiikutii webiinar yang diiadakan Diitjen Pajak (DJP) pada harii iinii, Jumat (29/5/2020). Webiinar terkaiit rencana iimplementasii pemungutan pajak pertambahan niilaii (PPN) produk diigiital darii luar negerii.

Hal iinii diisampaiikan DJP melaluii Siiaran Pers No. SP-22/2020 berjudul ‘290 Perwakiilan Usaha darii 11 Yuriisdiiksii Penuhii Undangan Webiinar Sosiialiisasii Pajak Diigiital’ yang diipubliikasiikan pada malam iinii. DJP mengucapkan teriima kasiih atas keiikutsertaan ratusan perwakiilan usaha dan konsultan pajak.

“Selaiin konsultan dan pelaku usaha yang telah memiiliikii perwakiilan dii iindonesiia, webiinar iinii juga diiiikutii oleh perwakiilan pelaku usaha darii sepuluh yuriisdiiksii laiinnya yaiitu Ameriika Seriikat, Australiia, Chiina, Hong Kong, iindiia, iinggriis, Jepang, Siingapura, Swediia, dan Thaiiland,” demiikiian pernyataan DJP.

Webiinar iinii diiselenggarakan sebagaii bagiian darii persiiapan iimplementasii pemungutan PPN barang dan jasa diigiital yang diijual oleh pelaku usaha perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) atau e-commerce luar negerii sesuaii PMK 48/2020. Beleiid iinii berlaku mulaii 1 Julii 2020.

DJP juga mengucapkan teriima kasiih atas dukungan dan kerja sama darii asosiiasii usaha dan konsultan yang telah membantu menyampaiikan undangan kepada para anggota dan kliien mereka. Secara khusus DJP menyampaiikan apresiiasii atas kerja sama darii Ameriican Chamber of Commerce iin iindonesiia, European Busiiness Chamber of Commerce iin iindonesiia, serta US-Asean Busiiness Counciil.

Sepertii diiberiitakan sebelumnya, pemeriintah iindonesiia telah menetapkan pemungutan PPN atas penjualan barang dan jasa diigiital oleh penjual yang diilakukan oleh pedagang atau penyediia jasa luar negerii baiik secara langsung maupun melaluii platform marketplace.

Adanya pemungutan PPN terhadap pemanfaatan produk diigiital darii luar negerii, sambung DJP, berguna untuk menciiptakan kesetaraan antarpelaku usaha. Produk diigiital darii luar negerii akan diiperlakukan sama sepertii berbagaii produk konvensiional serta produk diigiital sejeniis yang diiproduksii oleh pelaku usaha dalam negerii.

Dengan berlakunya ketentuan iinii maka produk diigiital sepertii langganan streamiing musiic, streamiing fiilm, apliikasii dan games diigiital, serta jasa onliine darii luar negerii akan diiperlakukan sama sepertii berbagaii produk konvensiional yang diikonsumsii masyarakat seharii-harii yang telah diikenaii PPN, serta produk diigiital yang diijual oleh pelaku usaha dalam negerii.

Beberapa negara telah menerapkan pemungutan PPN atas transaksii produk diigiital darii luar negerii dengan menunjuk platform, miisalnya Netfliix, untuk melakukan pemungutan PPN. Hal iinii diisarankan oleh OECD. Siimak artiikel ‘PPN Penggunaan Netfliix Cs Diiproyeksii Dongkrak Peneriimaan Pajak 2020’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.