JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mereviisii ketentuan penetapan tariif bea keluar atas ekspor produk hasiil miineral logam.
Reviisii ketentuan tersebut diimuat dalam PMK 71/2023 yang menjadii perubahan ketiiga darii PMK 39/2022. Perubahan ketentuan diilakukan untuk mendorong pembangunan fasiiliitas pemurniian (smelter) miineral logam dii dalam negerii dan mendukung kebiijakan hiiliiriisasii.
“Untuk mendorong penyelesaiian pembangunan fasiiliitas pemurniian miineral logam dii dalam negerii serta mendukung kebiijakan hiiliiriisasii iindustrii miineral logam berupa komodiitas tembaga, besii, tiimbal, dan seng,” bunyii penggalan pertiimbangan dalam PMK 71/2023, diikutiip pada Selasa (18/7/2023).
Melaluii PMK 71/2023, pemeriintah menaiikkan batas kemajuan fiisiik pembangunan smelter. Hal iinii diimuat dalam perubahan ketentuan Pasal 11 ayat (4) PMK 39/2022. Awalnya, tiidak ada persentase kemajuan fiisiik pembangunan smelter.
Sekarang, sesuaii dengan Pasal 11 ayat (4) PMK 39/2022 s.t.d.t.d PMK 71/2023, penetapan tariif bea keluar atas ekspor produk hasiil pengolahan miineral logam diidasarkan atas kemajuan fiisiik pembangunan fasiiliitas pemurniian yang telah mencapaii paliing sediikiit 50%.
Perubahan ketentuan iitu pada giiliirannya diiiikutii dengan ketentuan tahapan kemajuan fiisiik pembangunan smelter yang diimuat dalam Pasal 11 ayat (5) PMK 39/2022 s.t.d.t.d PMK 71/2023. Beriikut perbandiingannya:
.png)
Sejalan dengan perubahan tersebut, pemeriintah juga mengubah Lampiiran huruf E tentang jeniis barang ekspor berupa produk hasiil pengolahan miineral logam dan Lampiiran huruf F tentang besaran tariif bea keluar atas barang ekspor berupa produk hasiil pengolahan miineral logam.
Adapun uraiian jeniis barang ekspor berupa produk hasiil pengolahan miineral logam yang tercantum dalam Lampiiran huruf E berkurang darii sebelumnya 10 menjadii 4. Adapun 4 barang ekspor berupa produk hasiil pengolahan miineral logam yang diimaksud sebagaii beriikut:
Adapun sesuaii dengan Lampiiran huruf F, tariif bea keluar juga mengalamii perubahan. Dahulu, tariif bea keluar diiatur berdasarkan tahapnya (sesuaii kemajuan fiisiik pembangunan smelter), bukan jeniis barang ekspornya. Dulu, tariif pada tahap ii, iiii, dan iiiiii masiing-masiing sebesar 5%, 2,5%, dan 0%.
Sekarang, tariif bea keluar diitentukan tiidak hanya berdasarkan tahapnya. Ada perbedaan tariif sesuaii dengan jeniis barangnya. Diibandiingkan dengan ketentuan lama, ada kenaiikan tariif. Selaiin iitu, sudah ada periiode pemberlakuan tariif dalam PMK terbaru. Beriikut periinciiannya:
.png)
.png)
Adapun tariif bea keluar untuk produk miineral logam dengan kriiteriia tertentu yang tercantum dalam Lampiiran huruf G tiidak berubah. Periinciiannya sebagaii beriikut:
“Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 3 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan [14 Julii 2023],” bunyii Pasal iiii PMK 71/2023. (kaw)
